Hubungan Ajaran Kesadaran Primitif Dan Fisika Modern
Jika kita memahami, bahwa deskripsi ini sangat mirip dengan deskripsi Brahman, misalnya Ishopanishad disebutkan 'Dia bergerak dan tidak bergerak, jauh dan dekat, ini semua didalamnya dan Dia juga diluar semua ini'. Kemudian teori kuantum muncul ketika Teorema Bell dan percobaan selanjutnya terbukti benar; dimana dua atom atau lebih, elektron atau foton menunjukkan sifat berkorelasi, bahkan pada jarak yang terdapat komunikasi adalah mungkin selama waktu tertentu. Perkembangan ini merupakan perkembangan yang paling penting dalam sejarah fisika dan diseluruh ilmu pengetahuan.
Atom juga menunjukkan holistik seperti properti, dan mungkin membuktikan beberapa hubungan ajaran kesadaran primitif. Jadi, tidak benar jika mengatakan bahwa setiap analisis dimulai dengan atom yang reduksionis dan tidak holistik. Keempat Mahavakyas mengungkapkan konsep sama tentang individu dan Brahman yaitu;
Pragnanam Brahman, 'Kesadaran adalah Brahman' (Aitareya Upanishad 3.3 Rig Veda)
Ayam Atma Brahman, 'Diri ini (Atman) adalah Brahman' (Mandukya Upanishad 1.2 Atharva Veda)
Tat tvam Asi, 'Itu Engkau' (Chandogya Upanishad 6.8.7 Sama Veda)
Aham Brahmasmi, 'Aku Brahman' (Brhadaranyaka Upanishad 1.4.10 Yajur Veda)
Brahman muncul disegala hal, sesuai dengan konsep fisika modern yang semuanya terbuat dari partikel dasar yang sama. Temuan dasar lain teori kuantum juga melibatkan pengamatan pada objek yang diamati. Tidak mungkin memisahkan efek dari alat ukur suatu objek yang diukur. Seperti ide tentang pengamat dan objek pengamatan juga ditekankan dalam Upanishad, filosofi holistik tentang pikiran dan tubuh.
Model terkemuka tentang asal mula alam semesta mengasumsikan bahwa ada beberapa ke-vakum-an diawal, dan alam semesta tercipta dari fluktuasi kuantum. Pada waktu itu semuanya gelap karena cahaya belum tercipta sama sekali. Model juga disebutkan dalam Vayupuran tentang asal usul alam semesta;
Ada fakta yang aneh dalam teori relativitas, dimana pengukuran waktu tergantung pada gerak pengamat dan juga kekuatan medan gravitasi di dalamnya. Ini juga sering disebutkan berulang dalam kitab suci Hindu, bahwa waktu Brahman berbeda dengan dunia manusia. Ketika orang mendengar Arjun melihat masa lalu, sekarang dan masa depan dari mulut Krishna di Vishwaroop Darshan (Bhagvatgeeta). Ini mengisyaratkan runtuhnya sistem koordinat ruang waktu dekat singularitas dalam teori relativitas umum, dan kitab suci Hindu menggambarkan usia alam semesta terbentuk sejak beberapa miliar tahun.
Beberapa bagian ibadah Veda melibatkan unsur alam seperti angin, air, api, tanah, dan lainnya, juga gambar Dewa terlihat seperti manusia dalam bentuk avatar. Beberapa bagian Veda dan Upanishad terlihat konsep abstrak dibagian manapun, tak terlihat, abadi, transenden dan Brahman terlihat asing dalam kehidupan kita sehari-hari.
Saat ini, pengetahuan umum fisika berpendapat bahwa benda-benda besar terdiri dari triliunan atom, dimana teori ini mendekati batas klasik. Ada beberapa kebenaran dalam teori itu, bahwa kita tidak dapat melalui dinding seperti elektron. Fisikawan membuktikan, mereka telah menemukan efek kuantum lebih besar seperti laser, superkonduktivitas, superfluiditas, kondensasi Bose-Einstein dan lompatan kuantum berjarak beberapa mil. Tidak jelas, bahwa mekanika kuantum tidak berlaku untuk sistem yang besar, begitupula dengan kesadaran dan proses berpikir.
Penrose, Hameroff dan Stapp menyarankan bahwa kesadaran didalam otak manusia mungkin disebabkan dari ukuran atom, dan kesadaran mungkin merupakan getaran kuantum mekanik di alam semesta. Otak manusia berkembang sebagai tubuh manusia yang berevolusi di alam. Jadi, satu kemungkinan bahwa beberapa informasi kognitif tentang alam dapat tersimpan dalam otak manusia. Ketidaksetaraan teori Bell tidak mampu menjelaskan, logika konvensional gagal dalam teori kuantum, tetapi matematika mampu menjelaskan sistem yang berada di luar pengalaman manusia.
Di dalam otak kita, ada beberapa komponen yang berjalan lebih jauh dari pengalaman sehari-hari, merasakan realitas seperti yang dilakukan para Resi melalui meditasi. Atau sama seperti orang buta yang menyentuh bagian tubuh gajah dan menarik kesimpulan berbeda tentang bentuk gajah. Beberapa penulis termasuk Amit Goswami menyimpulkan, bahwa kesadaran menciptakan realitas termasuk atom, begitupula yang diungkapkan oleh Maharshi Mahesh Yogi. Dari sudut pandang fisika modern, dalam memahami kesadaran dimulai dari atom atau partikel dasar, diantaranya partikel elementer dan benda mati atau materi. Maka sel-sel, tanaman, bakteri, hewan dan manusia akan semakin meningkatkan kesadaran, semua ini berhubungan dengan realitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar