Kamis, 29 Desember 2016
(INDEX) Daftar Tugas Mata Kuliah Filsafat Pendidikan
2.definisi teologi
3.filsafat agama
4.definisi perbandingan agama
5.hubungan filsafat dengan kebudayaan
6.hubungan filsafat dengan pendidikan
7.hubungan filsafat dengan agama
8. pengertian agama
9.aku ingin
10.syurga untuk wanita soleha
11.makan tamar
12. alasan agama islam mudah diterima masyarakat
13.saluran penyebaran agama islam di indonesia
14.sejarah penyebaran agama islam di indonesia
15.kepercayaan 69
16.masa kekhalifahan
17.khalifah rasyidin
18.masa awal kedatangan islam
20.quantum 64
21. runtuhnya fisika klasik
22.hubungan kesadaran ajaran primitif
23.kesamaan teori fisika moderen dan filsafat hindu
24.implikasi pada pembelajaran fisika
25.aliran filsafat yang mempengaruhi
26.sejarah konsep fisika ditemukan
27.implikasi dalam pembelajaran fisika
28.tiga kajian filsafat
29.aliran filsafat
30.sejarah konsep fisika
31.filsafat dan fisika
32.tanpa lelah
33.cahaya yang menyinari
34.guruku senyumanku
35.puisi perpisahan
36.pahlawan tanpa tanda jasa
37.pahlawanku pendidikanku
38.pancasila sebagai ideologi negara
39.pancasila sebagai dasar negara
40.pancasila sebagai landasan filosofi
41.filsafat ilmu
42.sifal-sifat ilmu pengetahuan
43.pancasila sebagai suatu sistem
44.filsafat pancasila
45.nilai-nilai pancasila
46.manfaat jilbab dalam islam
47.keajaiban al-quran dalam ilmu pengetahuan
48.pengertian dan kedudukan ilmu
49.tere liye
50.sejarah singkat bangsa indonesia
51.era orde baru
52.periode kerajaan portugis
53.kerajaan islam indonesia
54.prasejara indonesia
55.tangisan air mata bunda
56.terimakasih ibu
57.jasa tak terlupakan
58.klasifikasi
59.munculnya filsafat
60.filsafat
61.sejarah singkat filsafat
62.ilmu sebagai asas moral
63.struktur pengetahuan ilmiah
64.ilmu dan filsafat
65.manusia sebab-akibat
66.problem esensial filsafat dan pendidikan
67.munculnya filsafat
68.sikap manusia terhadap filsafat
69.dasar dan tujuan
70.peran dan fungsi
71.metode filsafat
72.faedah mempelajari filsafat
73.syeh abdulkodir zaelani
74.imam gozali
75.aristoteles
76.sejarah perkembangan filsafat
77.pengertian filsafat
78.sertifikat seminar pendidikan
Senin, 26 Desember 2016
PERBEDAAN PERBANDINGAN AGAMA DENGAN FILSAFAT AGAMA DAN THEOLOGI 83
A. Perbandingan Agama
a). Agama mempercayai akan adanya kebenaran dan khayalan dogma-dogma agama.
b). Perbandingan agama membahas perbandingan dari beberapa agama tetapi bukan untuk membenarkan atau menyalahkan.
c). Perbandingan Agama mendahulukan Agama sebagai kepercayan dari pada pemikiran.
d). Agama adalah kebenaran yang bersumber dari wahyu Tuhan mengenai berbagai hal kehidupan manusia dengan lingkungannya.
Ilmu Perbandingan Agama tidak hanya membanding-bandingkan agama saja, tetapi juga melakukan kajian historis, fenomenologis, atau secara umum melakukan kajian yang bersifat ilmiah atau scientific. Hal itu akan semakin jelas setelah dibahas mengenai metode-metode yang digunakan dalam Ilmu Perbandingan Agama.
Joachim Wach dari sudut pandang yang lain, berpendapat bahwa obyek Ilmu Perbandingan Agama adalah pengalaman agama. Menurut Joachim Wach pengalaman agama berbeda dengan pengalaman psikis biasa. Pengalaman agama mempunyai beberapa kriteria tertentu.
Kriteria pertama, pengalaman agama merupakan suatu tanggapan terhadap apa yang dihayati sebagai Realitas Mutlak. Kedua, pengalaman agama merupakan tanggapan yang menyeluruh atau utuh (akal, perasaan, dan kehendak hati) manusia terhadap Realitas Mutlak. Ketiga, pengalaman agama merupakan pengalaman yang paling kuat, menyeluruh, mengesankan, dan mendalam dari manusia. Keempat, pengalaman agama merupakan pengalaman yang menggerakan untuk berbuat.
Pengalaman tersebut mengandung imperatif, menjadi sumber motivasi dan perbuatan yang tak tergoyahka. Pengalaman agama yang subyektif ini diekspresikan atau diungkaplan dalam tiga ekspresi, yaitu:
a. pengalaman agama yang diungkapkan dalam pikiran.
Pengalaman agama yang diungkapkan dalam pikiran terutama berupa mite, doktrin, dan dogma. Pengalaman agama ini dapat berbentuk symbol, oral, dan tulisan. Tulisan-tulisan bisa berupa kitab suci dan tulisan klasik Untuk keperluan memahami kitab suci diperlukan literature yang sifatnya menjelaskan, misalnya Talmud, Zend dalam Pahlevi, Hadis dalam Islam, Smrti di India, tulisan-tulisan Luther dan Calvin dalam Protestan. Agama-agama besar juga mempunyai credo, yaitu suatu ungkapan pendek tentang keyakinan, syahadat dua belas dalam Kristen, dua syahadat dalam Islam, dan shema dalam Yahudi. Adapun tema yang fundamental dalam pengalaman agama yang diungkapkan dalam pikiran adalah Tuhan, kosmos, dan manusia (Teologi, kosmologi, dan antropologi).
b. pengalaman agama yang diungkapkan dalam tindakan.
Selanjutnya pengalaman agama yang diungkapkan dalam tindakan berupa kultus (peribadatan) dan pelayanan. Peribadatan sebagai tanggapan terhadap Realitas Mutlak harus dilakukan di mana, kapan, bagaimana caranya, dan oleh siapa? Apakah ibadah itu harus dilakukan sendiri-sendiri atau secara berjamaah? Termasuk dalam uangkapan perbuatan ini adalah kurban dengan segala seluk-beluknya. Termasuk dalam pembahasan ini adalah maslah imitation, yaitu mencontoh tingkah laku dan kehidupan seorang pemimpin agama. Termasuk dalam pembahasan ini adalah keinginan supaya orang lain juga beragama seperti dia, yaitu masalah missionary atau dakwah.
c. pengalaman agama yang diungkapkan dalam kelompok.
Akhirnya pengalaman agama yang diungkapkan dalam kelompok berupa kelompok-kelompok keagamaan (Ecclesia atau Gereja, Kahal, Ummah, Sangha). Di sini dibahas juga masalah hubungan antara orang yang beragama dengan masyarakat umumnya, bahasa yang dipergunakan dalam pergaulan mereka baik antar-agama maupun intra-agama sendiri, fungsi, kharisma, umur, seks, keturunan, dan status.
Ketiga ekpresi pengalaman agama di atas (pikiran, tindakan, dan kelompok) yang menjadi obyek Ilmu Perbandingan Agama meliputi semua agama yang ada dan aliran-alirannya.
B. FilsafatAgama
a). Filsafat agama bermaksud menyatakan kebenaran atau ketidak benaran dasar-dasar agama.
b). Filsafat agama tidak membahas dasar-dasar ajaran dari agama tertentu, tetapi dasar-dasar agama pada umumnya.
c). Filsafat mempercayakan sepenuhnya kekuatan daya pemikiran.
d). Filsafat agama tidak terikat pada dasar-dasar agama tertentu.
e). Filsafat Agama meletakkan Tuhan sebagai titik akhir atau kesimpulan seluruh pengkajian.
Filsafat Agama, dalam hal ini yang dipentingkan adalah berfikir tentang dasar-dasar agama, mencoba memahami dasar-dasar itu menurut logika dan dengan demikian dapat diterima akal orang-orang yang tak percaya pada wahyu dan hanya berpegang pada pendapat akal.[12]
C. Theologi
a). Teologi sudah menerima dasar ajaran agama sebagai kebenaran.
b). Teologi membahas dasar-dasar ajaran agama tertentu. Misalnya teologi kristen, teologi muslim dsb.
c). Teologi berkaitan dengan Tuhan dan kebenaran yang di terima berdasarkan wahyu Allah.
d). Teologi hanyalah sebatas upaya memberikan penjelasan atau interpretasi tentang dasar-dasar agama, atau upaya mencari legalitas rasional atas ajaran agama tertentu.[13]
Pendekatan teologi sebagai berikut :
a).Teologi yang memandang Tuhan sebagai titik awal pembahasannya.
b).Teologi mencoba menjelaskan Tuhan dengan seluruh misterinya berdasarkan wahyu.
c).Teologi mendasari premisnya langsung dari wahyu, contoh “semua hukum/sanksi ditetapkan oleh Tuhan”[14]
Definisi teologi 82
Teologi terdiri dari kata “theos” yang berarti Tuhan dan “logos” yang berarti ilmu, jadi theologi ialah ilmu tentang Tuhan atau ilmu Ketuhanan. Maka pokok pembahasan teologi adalah segala sesuatu yang terkait dengan-Nya.[7]
Dalam buku karya juhaja, teologi terdiri dari dua kata “theos” dan “ology”. “theos” dalam bahasa Yunani berarti Tuhan, yang berkenaan dengan ketuhanan. Sedangkan “ology” di petik dari bahasa Yunani “logos” yang berarti percakapan, penilaian, pengkajian, penelitian yang dapat di pahami melalui pembicaraan dan pemikiran manusia.[8]
Selain itu teologi juga di artikan sebagai keseluruhan pengetahuan adi kodrati yang objektif lagi kritis dan yang disusun secara metodis, sistemis dan koheren; pengetahuan ini menyangkut hal-hal yang diimani sebagai wahyu Allah atau berkaitan dengan wahyu itu.[9]
Jadi teologi menurut pemakalah adalah suatu cabang ilmu pengetahuan di mana di dalamnya berkaitan dengan tuhan, dan kebenaran di dapatkan berdasarkan wahyu dari Allah (di sesuiakan dengan agama masing-masing).
Teologi juga diistilahkan dengan ilmu kalam dan ilmu Ushuluddin. Disebut ilmu kalam karena ia membahas tentang kalam Tuhan. Kalam Tuhan adalah firman Tuhan, maka kalam Tuhan itu adalah Al-Qur’an.
Disebut ilmu Ushuluddin karena ia membahas ajaran-ajaran dasar agama seperti masalah keimanan dan keesaan Tuhan. Dari segi istilah, teologi berarti ilmu yang membahas tentang Tuhan dan manusia serta hubungan manusia dengan Tuhan.[10]
Adapun ciri-ciri teologi itu sendiri adalah:
a). Selalu berkaitan denga tuhan
b). Doktrin tetap menjadi elemen signifikan dalam memaknai teologi.
c). Teologi sesungguhnya adalah aktifitas yang muncul dari keimanan dan penafsiran atas keimanan.[11]
Definisi filsafat Agama 81
Sebagaimana dijelaskan terdahulu bahwa falsafah berasal dari bahasa Yunani yang tersusun dari dua kata yakni Philos dalam arti cinta,suka, dan Sophia dalam arti kebijaksanaan.[3] Poedjawijatna menyatakan bahwa kata filsafat berasal dari kata arab yang berhubungan rapat dengan kata Yunani. Kata Yunani nya adalah Philosophia, philo (cinta) dan Sophia (kebenaran).[4] Jadi filsafat itu menurut Plato, pengetahuan tentang segala yang ada. Aritoteles, mengatakan filsafat itu adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda.
Dengan demikian Filsafat Agama mempunyai arti berfikir tentang dasar agama menurut logika dan bebas.[5]
Jadi filsafat agama adalah suatu penyelidikan yang bersifat kritis tentang agama berdasarkan makna istilah-istilah, bahan bukti, dan prinsip-prinsip verifikasi. Filsafat agama dapat diperluas atau dibatasi tergantung pada perhatian seorang filosof, dan satu-satunya batasan universal yang berlaku adalah sebagai berikut:
a. Mengemukakan setidak-tidaknya salah satu dari persoalan yang menyangkut tentang persoalan keagamaan.
b. Perlu dimulai dan tetap terikat dengan klaim-klaim dari manusia (positif dan negatif) yang berkenaan dengan pengalaman tentang apa yang suci, sakral, illahi, berkekuasaan, dan bernilai puncak, dan hakekat dari wujud yang mungkin dianggap memiliki sifat-sifat tersebut.[6]
Dalam filsafat agama, agama merupakan objek dari filsafat. Objek filsafat agama tersebut tidak hanya persoalan-persoalan ketuhanan semata, tetapi juga sampai kepada persoalan-persoalan eskatologis. Persoalan eskatologis pada umumnya berbicara tentang hari kiamat dan hal-hal yang akan dialami manusia pada waktu itu, seperti persoalan keadilan Tuhan, penerimaan pahala dan siksa. Pentingnya persoalan eskatologis sebagai objek pembahasan filsafat agama karena eskatologislah yang mendorong orang bersemangat orang untuk menjalankan ajaran agamanya. Tanpa ada tanggung jawab terhadap amal perbuatannya keberadaan agama menjadi kurang menarik. Hidup sesudah mati inilah yang membuat pemeluknya menjadi tertarik kepada agama. Filsafat agama sebenarnya bukanlah langkah untuk menyelesaikan persoalan agama secara tuntas. Pembahasan filsafat agama hanya bertujuan untuk mengungkapkan argumen-argumen yang mereka kemukakan dan memberikan penilaian terhadap argumen tersebut dari segi logisnya
Definisi perbandingan Agama 80
Ada beberapa pendapat mengenai makna dari perbandingan agama, Menurut Louis H. Jordan perbandingan agama berarti ilmu yang membandingkan asal-usul, struktur dan ciri-ciri dari berbagai agama di dunia, dengan maksud untuk menentukan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaannya yang sebenarnya, sejauh mana hubungan antara satu agama dengan agama yang lain, dan superioritas dan inferioritas yang relatif apabila di anggap sebagai tipe-tipe.[1]
Sedangkan menurut Mukti Ali ilmu perbandingan agama adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berusaha untuk memahami gejala-gejala keagamaan dari suatu kepercayaan (agama) dalam hubungannya dengan agama lain.[2]
Ilmu Perbandingan Agama adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berusaha untuk memahami gejala-gejala keagamaan dari suatu kepercayaan (agama) dalam hubungannya dengan agama lain. Pemahaman ini mencakup persamaan (kesejajaran) dan perbedaannya. Selanjutnya dengan pembahasan tersebut, struktur yang asasi dari pengalaman keagamaan manusia dan pentingnya bagi hidup dan kehidupan manusia dapat dipelajari dan dinilai
Jadi makna dari perbandingan agama menurut pemakalah adalah suatu ilmu untuk mempelajari gejala-gejala keagamaan, antara satu agama dengan agama lain, akan tetapi bukan untuk mencari mana yang paling benar.
Hubungan filsafat dengan kebudayaan 79
Perlu disafdar ibahw amnausi sebaga ipribadi, masyarakat, angsa dan negara hidup dalam suatu sosial budaya. Maka membutuhkan pewarisan dan pengambangan sosial budaya yang dilakkan melalui pendidikan. Agar pendidikan berjalan dengan baik. Maka membutuhkan filosofis dan ilmiah berbagai sifat normatif dan pedoman pelaksanaannya. Karena pendidikan harus secara fungsamental yang berazas filosofis yang menjamin tujuan untuk meningkatkan perkembangan sosial budaya, marbtabat bangsawa, kewibawaan dan kejayaan negara.
Pentingnya kebudayaan untuk mengembangkan suatu pendidikan dalam budaya nasional mengupayakan, melestarikan dan mengembangkan nilai budaya-budaya dan pranata sosial dalam menunjang proses pengembangan danpembangunan nasional serta melestarikan nilai-nilai luruh budaya bangsa. Merencanakan kegairahan masyarakat untuk menumbuhkan kreaktivtas ke arah pembaharuan dalam usaha pendidikan yang tanpa kepribadian bangsa.
Pengertian kebudayaan dair beberapa ahli :
1. Taylor, budaya adalah suatu keseluruhan komplek yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadan dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat
2. Linton, kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang dipelajri dan hasil tingkah laku yang dipelajari, dimana unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya.
3. Kotjaraningrat, mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik dari manusia dengan belajar
4. Herkovits, kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hiup yang dicptakan oleh manusia
Kebudayaan mempunyai fungsi yang besari bagi mnausia dan masyarkat, berbagai macam kekuatan harus dihapi sepert kekuatan alam dan kekuatan lain. Selain itu manusia dan masyarakat memerlukan kepuasan baik secara spritual maupun materil. Manusia merupakan makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia danpat mengembangkan kebudyaan. Begitu pula manusia hidup dan tergantung apa kebudayaan sebagai hasil ciptaanya. Kebudayaan memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan dengan teknologi hasil ciptaannya. Dan kebudayaan juga diharakan dengan pendidikan yang akan mengembangkan dan membangkitkan budaya-budaya dulu, agar dia tidak punah dan terjaga untuk selamanya. Oleh karena itu, dengan adanya filsfat, kita dapat mengetahui tentang hasil karya manusia yang akan menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadal alam lingkungannya. Sehingga kebudayaan memiliki peran :
1. suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya
2. wadah untuk menyalurkan perasan dan kemampuan lain
3. sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4. pembeda manusia dengan binatan
5. petunjuk-petunjuk tentang bagaimana harus bertindak dan berperilaku dalam pergaulan
6. pengaturan agar manusia dapat mengerti bagaimnaa seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikapnya jikga berhubungan dengan orang lain
7. sebagai modal dasar pembangunan
Kebudayaan masyarkat tersebut sebagian besar dipenuhi oleh kebudayan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. Hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama dlaam melindungi masyarakt terhadap lingkungan di dalamnya.
Hubangan filsafat dengan filsafat pendidikan 78
Pandangan filsafat pendidikan sama pernaannya dengan landasan filosofis yang menjiwai seluruk kebijaksanaan pelaksanaan pendidikan. Antara filsafat dan pendidikan terdapat kaitan yang sangat erat. Filsafat mencoba merumuskan citra tentang manusia dan masyarakat, sedangkan pendidikan berusaha mewujudkan citra tersebut. Formula tentang hakekat dan martabat manusa serta masyarakat erutama di Indonesia dilandasi oleh filsafat yagn dianus bangsa Indonesia dilandasi oleh fislafat yagn dianus bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Pancasila merupakan sumber dari segala gagasan mengenai wujud manusia dan masyarakat yang dianggap baik, sumber dari egama sumber yang menadi pangkal serta muara dari setiap keputusan dan tindakan dalam pendidikan dan pembelajaran.
Filsafat mengadakan tinjauan yang luas mengani realita, maka dikupaslan antara lain pandangan dunia dan pandangan hidup. Konsep-konsep mengenai ini dapat menjadi landasan penyusunan konsep tujuan dan metodologi pendidik. Disamping itu, pengalaman pendidik dalam menuntut pertumbuhan danperkembangan anak akan berhubungan dan berkenalan dengan realita. Semuanya itu dapat disampaikan kepada flsafat untuk dijadikan bahan-bahan pertimbangan dan tinjauan untuk memperkembangkan diri. Hubungan filsafat dengan filsafat pendidikan dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Filsafat mempuyai objek lebih luas, sifatnya universal. Sedangkan filsafat pendidikan objeknya terbatas dalam dunia filsafat pendidikan saja
2. Filsafat hendak memberikan pengetahuan/ pendiidkan atau pemahaman yang lebih mendalam dan menunjukkan sebab-sebab, tetapi yang tak begitu mendalam
3. Filsafat memberikan sintesis kepada filsafat pendidikan yang khusus, mempersatukan dan mengkoordinasikannya
4. Lapangan filsafat mungkin sama dengan lapangan filsafat pendidikan tetapi sudut pandangannya berlainan
Dalam menerapkan filsafat pendidikan, seoran guru sebagai pendidik dia mengharapkan dan mempunyai hak bahwa ahli-ahli filsafat pendidikan menunjukkan dirinya pda masalah pendiidkan pad aumumnya serta bagaimna amasalah itu mengganggu pada penyekolhan yang menyangkut masalah perumusan tujuan, kurkulum, organisasi sekolah dan sebagainya. Dan para pendidik juga mengahrapkan dari ahli filsafat pendiidkan suatu klasifikasi dari uraian lebih lanjut dari konsep, argumen dirinya literatur pendidikan terutam adalam kotraversi pendidikan sistem-sistem, pengjuian kopetensi minimal dan kesamaan kesepakatan pendidikan.
Brubacher (1950) mengemukakan tentang hubungan antara filsafat dengan filsafat pendidikan, dalam hal ini pendidikan : bahwa filsafat tidak hanya melahirkan sains atau pengetahuan baru, melainkan juga melahirkan filsafat pendidikan. Filsafat merupakan kegiatan berpikir manusia yang berusaha untuk mencapai kebijakan dankearifan. Sedangkan filsafat pendidikan merupakan ilmu ayng pad ahakekantya jawab dari pertanyaa-pertanyaan yagn timbul dalam lapangan pendidkan. Oleh karen aberisfat filosofis, dengan sendirinya filsafat pendidikan ini hakekatnya adalah penerapan dari suatu analisa filosofis terhadap lapangan pendidikan.
Hubungan Filsafat dengan Agama 77
Menurut Hocking (1946), agama merupakan obat dari kesulitan dan kekhawatiran yang dihadapi manusia, sekurang-kurangnya meringankan manusia dari kesulitan. Agama merupakan pernyataan pengharapan manusia dalam dunia yang besar atau jagat raya, karena ada jalan hidup yang benar yang perlu ditemukan. Agama menjadi suatu lembaga yang bersemangat untuk memperoleh kehidupan yang baik dan merenungkannya sebagai suatu tuntutan kosmis,. Menusia menjadi penganutnya yang setia terhadap agama karena manurus keyakinannya agama telah memberikan sesuatu yang sangat berharga bagi hidupnya yang tidak mungkin dapat diuji dengan pengalaman maupun oleh akal sepert halnya menguji kebenaran sains dan filsafat karena agama lebih banyak menyangkut perasaan dan keyakinan. Agama merupakan sesuatu yang ada, karena keberadaanya itulah makanya agama dikatakan pengkajian filsafat. Landasan agama atau tauhid meurpkan landasan utama yang perlu diperhatikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk keselamatan di dnia dan menjadi bekal di akhirat nanti. Misalnya dalam melaksanakan proses pendidikan dan pembelajran bagi anak didi, dimna alandasan tauhi dan spritual keagaaamini menyangkut dengan hakikat menusi asebagai makhluk ciptaan Tuhan. Oleh karena itu pendidikan dan pemblajarna yang harus dilakukan harus mengacu pada pembentukan kepribadian anak didik yang sesuai dengan nilai-nilai aqidan dan spritual kegaman yaitu menurut ajaran agama islam. Pandangan filsafat menurut agama islam tertung semuanga pada Al-qur’an yang dijadikan seabgaipegangan dan pedoman hidup bagi orang-orang yang beriman. Karena dia yakin bahwa semuanya. Baik hidup, mati, kapan, dan dimanapun ia berada adalah kekuasaan dan kehendak yang maha kuasa yaitu Allah SWT.
Filsafat merupakan pertolongan yang sangat penting pula pengaruhnya terhadap seluruh sikap dan pandangan orang, karena filsafat justru hendak memberikan dasar-dasar yang terdalam mengenai hakikat manusia dan dunia. Ada beberapa hal yang penting dalam agama yaitu : menyakini adanya Tuhan yang menciptakan semua yang ada dilangit dan dibumi dan mengatur semua kehidupan manusia, adanya kebajikan, sifat buruk dan baik dan lain sebagainya,juga diselidi oleh filsafat karena itu meurpakan atau mungkin ada secara umum kebenaran dalam agama didasarkan pada wahtu atau firman-firman Allah, sedangkan kebenaran dalam filsafat didasarkan pada pikiran belaka, agama telah mengaskan bahwa agama itu untuk orang-orang yang berakal dan berilmu pengetahuan. Maksudnya adalah dalam agama terutama gama islam adanya aturan-aturan yang ditetapkan Allah, dimnaa aturah Allah adalah wajib, sunat, haram, makhru dan mubah. Jadi agama dan pendidikan merupakan dual yang saling berhubungan dan saling berkaitan, maksudnya adalah didalam agama ada aturan-aturan yang harus dipatuhi sedangkan dalam pendidikan juga ada aturan yang harus dipatuhi dan semua atuaran baik agama maupun pendiidkan dijalankan dan diterapkan oleh manusia.
Dimana dapat dikatakan hubungan filsafat dengan agama diantaranya : setiap orang diharapkan merenung dalamhikmah untuk menjadi prosesn pendidikan dan usaha-usaha pendidkan suatu bangsa guna mempersiapkan generasi muda dan warga negara agar beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dan menjadi warga negara sadar dan insaf tentang hidup serta mempunyai tauladan yang dapat dijadikan perinsip dan keyakinan
Pengertian Agama 76
Kata agama dalam Kitab suci Al-Qur'an dan hadits Nabi mempunyai makna antara lain: pahala dan balasan, ketaatan dan penghambaan, kekuasaan, syariat dan hukum, umat, kepasrahan dan penyerahan mutlak, aqidah, cinta, akhlak yang baik, kemuliaan, cahaya, kehidupan hakiki, amar ma'ruf nahi munkar, amanat dan menepati janji, menuntut ilmu dan beramal dengannya, dan puncak kesempurnaan akal.
Agama ialah suatu sistem credo (tata keyakinan), ritus (peribadatan) dan sistem norma yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan alam lainnya sesuai tata ketentuan yang telah ditetapkan.
Menurut sumbernya agama dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Agama samawi (agama wahyu atau langit)
2. Agama budaya (agama bumi)
Contoh dari agama samawi salah satumya adalah islam. Agama islam adalah wahyu dari Allah yang diturunkan pada rosul-Nya sebagai suatu sistem keyakinan dan tata aturan yang mengatur segala pri kehidupan dan kehidupan manusia dalam hubungan nya dengan Tuhan, sesama makhluk maupun alam yang bertujuan mencari keridhoan Allah serta keselamatan dunia dan akhirat.
Agama islam bersumber dari kitab suci yaitu kodifikasi wahyu Allah swt untuk umat manusia di atas planet bumi berupa Al quran sebagai penyempurna wahyu-wahyu Allah sebelumnya.
Minggu, 25 Desember 2016
Aku Ingin 75
✿..Aku ingin bergelar WANITA SOLEHAH tetapi menjaga AURATKU sahaja kini sudah terasa payah..aku tertarik dengan fesyen dunia tetapi aku LEBIH TERTARIK dengan AMARAN Allah di mana WANITA solehah itu LEBIH INDAH dan lebih BERMARUAH apabila menjaga auratnya dari PANDANGAN dunia..indahnya SYARIAT menutup aurat, bermaruah dan bersopan..kerana aku ingin bergelar solehah, aku akan terus BERMUJAHADAH untuk mendapatkannya..✿~
>>> Islam itu indah dan CANTIK kerana indah dan cantiknya AKHLAK yang menghiasi peribadi WANITA SOLEHAH..InsyaAllah..(✿◠‿◠)
Nikmat Syurga Untuk Wanita Solehah 74
Jika Lelaki Soleh Mendapat Bidadari Di Syurga, Maka Wanita Solehah Mendapat Apa di Syurga? Kita sering mendengar tentang lelaki mendapat bidadari di syurga, lalu wanita dapat apa?
Setiap manusia tentu mempunyai harapan terbaik tentang nantinya setelah ia mati, iaitu menginginkan tempat yang paling indah, mendapat kebahagiaan kekal dan kenikmatan yang tidak ada habisnya. Tentu manusia boleh berharap dan bertujuan seperti itu kerana memang syurga Allah SWT sangat indah dan itulah alasan mengapa manusia dalam hidupnya mengamalkan perbuatan baik dan beribadah dengan taat agar boleh mencapai syurga nantinya di hari akhirat. Lalu, kalau bidadari syurga adalah apa yang akan di perolehi oleh lelaki, yang menjadi pertanyaan adakah wanita akan mendapat juga kenikmatan tersebut?
Penyiksaan api neraka tentu menjadi hal yang dijauhi oleh manusia manapun kerana mereka tidak akan mahu terjerumus ke tempat itu, tapi memang disayangkan kerana kebanyakan manusia hanya ingin masuk syurga dan berangan-angan tanpa benar-benar menjalankan ibadah dengan baik.
Makan Tamar ‘Ajwah dan Tamar Madinah 73
Makan Tamar ‘Ajwah dan Tamar Madinah
Amalkan memakan tamar (kurma) ‘ajwah dan jika boleh makan bersama tamar madinah. Sekiranya anda tidak boleh mendaptkan kedia-dua jenis tamar tersebut, makanlah apa-apa jenis tamar yang ada supaya menepati sabda Rasulullah s.a.w yang berbunyi:
“Barang siapa yang memakan tujuh biji tamar’ajwah, dia tidak akan mendapat sebarang kemudaratan racun atau sihir yang terkena pada hari itu”.
(Hadis Riwayat Al Bukhari)
Alasan Agama Islam Mudah Diterima Masyarakat Indonesia 72
Alasan Agama Islam Mudah Diterima Masyarakat Indonesia
Proses penyebaran Islam di Indonesia berjalan dengan cepat karena didukung faktor-faktor berikut :
Syarat masuk Islam sangat mudah karena seseorang dianggap telah masuk Islam jika ia telah mengucapkan kalimah syahadat.
Pelaksanaan ibadah sederhana dan biayanya murah.
Agama Islam tidak mengenal pembagian kasta sehingga banyak kelompok masyarakat yang masuk Islam karena ingin memperoleh derajat yang sama.
Aturan-aturan dalam Islam bersifat fleksibel dan tidak memaksa.
Agama Islam yang masuk dari Gujarat, India mendapat pengaruh Hindu dan tasawuf sehingga mudah dipahami.
Penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan secara damai tanpa kekerasan dan disesuaikan dengan kondisi sosial budaya yang ada.
Runtuhnya kerajaan Majapahit pada akhir abad ke 15 yang memudahkan penyebaran Islam tanpa ada pembatasan dari otoritas kerajaan Hindu-Budha.
Saluran Penyebaran Agama Islam di Indonesia 71
Saluran Penyebaran Agama Islam di Indonesia
Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia berlangsung secara bertahap dan dialakukan secara damai melalui beberapa saluran berikut:
Saluran perdagangan, proses penyebaran agama Islam dilakukan oleh para pedagang muslim yang menetap di kota-kota pelabuhan untuk membentuk perkampungan muslim, misalnya Pekojan. Saluran ini merupakan saluran yang dipilih sejak awal sejarah masuknya Islam ke Indonesia.
Saluran perkawinan, proses penyebaran agama Islam dilakukan dengan cara seseorang yang telah menganut Islam menikah dengan seorang yang belum menganut Islam sehingga akhirnya pasangaannya itu ikut menganut Islam.
Saluran dakwah, proses penyebaran Islam yang dilakukan dengan cara memberi penerangan tentang agama Islam seperti yanbg dilakukan Wali Songo dan para ulama lainnya.
Saluran pendidikan, proses ini dilakukan dengan mendirikan pesantren guna memperdalam ajaran-ajaran Islam yang kemudian menyebarkannya.
Saluran seni budaya, proses penyebaran Islam menggunakan media-media seni budaya seperti pergelaran wayang kulit yang dilakukan Sunan Kalijaga, upacara sekaten, dan seni sastra.
Proses tasawuf, penyebaran Islam dilakukan dengan menyesuaikan pola pikir masyarakat yang masih berorientasi pada ajaran agama Hindu dan Budha.
Sejarah Penyebaran Islam di Indonesia 70
Sejarah Penyebaran Islam di Indonesia
Pada masa kedatangan agama Islam, penyebaran agama Islam dilakukan oleh para pedagang Arab dibantu oleh para pedagang Persia dan India. Abad ke 7 Masehi merupakan awal kedatangan agama Islam. Pada masa ini, baru sebagian kecil penduduk yang bersedia menganutnya karena masih berada dalam kekuasaan raja-raja Hindu-Budha.
Sejarah masuknya Islam ke Indonesia dan proses penyebarannya berlangsung dalam waktu yang lama yaitu dari abad ke 7 sampai abad ke 13 Masehi. Selama masa itu, para pedagang dari Arab, Gujarat, dan Persia makin intensif menyebarkan Islam di daerah yang mereka kunjung terutama di daerah pusat perdagangan. Di samping itu, para pedagang Indonesia yang sudah masuk Islam dan para Mubaligh Indonesia juga ikut berperan dalam penyebaran Islam di berbagai wilayah Indonesia. Akibatnya, pengaruh Islam di Indonesia makin bertambah luas di kalangan masyarakat terutama di daerah pantai.
Pada akhir abad ke 12 Masehi, kekuasaan politik dan ekonomi Kerajaan Sriwijaya mulai merosot. Seiring dengan kemunduran pengaruh Sriwijaya, para pedagang Islam beserta para mubalighnya kian giat melakukan peran politik. Misalnya, saaat mendukung daerah pantai yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Sriwijaya.
Menjelang berakhirnya abad ke 13 sekitar tahun 1285 berdiri kerajaan bercorak Islam yang bernama Samudra Pasai. Malaka yang merupakan pusat perdagangan penting dan juga pusat penyebaran Islam berkembang pula menjadi kerajaan baru dengan nama Kesultanan Malaka.
Pada awal abad ke 15, kerajaan Majapahit mengalami kemerosotan, bahkan pada tahun 1478 mengalami keruntuhan. Banyak daerah yang berusaha melepaskan diri dari kerajaan Majapahit. Pada tahun 1500, Demak berdiri sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa. Berkembangnya kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam ini kemudian disusul berdirinya Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon. Di luar Jawa juga banyak berkembang kerajaan yang bercorak Islam seperti Kesultanan Ternate, Kesultanan Gowa, dan kesultanan Banjar.
Melalui kerajaan-kerajaan bercorak Islam itulah, agama Islam makin berkembang pesat dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Agama Islam tidak hanya dianut oleh penduduk di daerah pantai saja, tetapi sudah menyebar ke daerah-daerah pedalaman.
Kepercayaan 69
Kepercayaan
Kepercayaan dasar Islam dapat ditemukan pada dua kalimah shahādatāin ("dua kalimat persaksian"),
yaitu "Laa ilaha illallah, Muhammadar Rasulullah" — yang berarti "Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah".
Adapun bila seseorang meyakini dan kemudian mengucapkan dua kalimat persaksian ini, berarti ia sudah dapat dianggap sebagai seorang Muslim atau mualaf (orang yang baru masuk Islam dari kepercayaan lamanya).
Kaum Muslim percaya bahwa Allah mewahyukan al-Qur'an kepada Muhammad sebagai Khataman Nabiyyin (Penutup Para Nabi) dan menganggap bahwa al-Qur'an dan Sunnah (setiap perkataan dan perbuatan Muhammad) sebagai sumber fundamental Islam.
Mereka tidak menganggap Muhammad sebagai pengasas agama baru, melainkan sebagai pembaharu dari keimanan monoteistik dari Ibrahim, Musa, Isa, dan nabi lainnya.
Tradisi Islam menegaskan bahwa agama Yahudi dan Kristen telah membelokkan wahyu yang Tuhan berikan kepada nabi-nabi ini dengan mengubah teks atau memperkenalkan intepretasi palsu, ataupun kedua-duanya.
Umat Islam juga meyakini al-Qur'an sebagai kitab suci dan pedoman hidup mereka yang disampaikan oleh Allah kepada Muhammad.
melalui perantara Malaikat Jibril yang sempurna dan tidak ada keraguan di dalamnya (Al-Baqarah [2]:2).
Allah juga telah berjanji akan menjaga keotentikan al-Qur'an hingga akhir zaman dalam suatu ayat.
Adapun sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur'an, umat Islam juga diwajibkan untuk mengimani kitab suci dan firman-Nya yang diturunkan sebelum al-Qur'an (Zabur, Taurat, Injil dan suhuf para nabi-nabi yang lain) melalui nabi dan rasul terdahulu adalah benar adanya.
Umat Islam juga percaya bahwa selain al-Qur'an, seluruh firman Allah terdahulu telah mengalami perubahan oleh manusia.
Mengacu pada kalimat di atas, maka umat Islam meyakini bahwa al-Qur'an adalah satu-satunya kitab Allah yang benar-benar asli dan sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.
Umat Islam juga meyakini bahwa agama yang dianut oleh seluruh nabi dan rasul utusan Allah sejak masa Adam adalah agama tauhid, dengan demikian tentu saja Ibrahim juga menganut ketauhidan secara hanif (murni imannya) maka menjadikannya seorang muslim.
Pandangan ini meletakkan Islam bersama agama Yahudi dan Kristen dalam rumpun agama yang mempercayai Nabi Ibrahim as.
Di dalam al-Qur'an, penganut Yahudi dan Kristen sering disebut sebagai Ahli Kitab atau Ahlul Kitab.
Hampir semua Muslim tergolong dalam salah satu dari dua mazhab terbesar, Sunni (85%) dan Syiah (15%).
Perpecahan terjadi setelah abad ke-7 yang mengikut pada ketidaksetujuan atas kepemimpinan politik dan keagamaan dari komunitas Islam ketika itu.
Islam adalah agama pradominan sepanjang Timur Tengah, juga di sebagian besar Afrika dan Asia.
Komunitas besar juga ditemui di Cina, Semenanjung Balkan di Eropa Timur dan Rusia.
Terdapat juga sebagian besar komunitas imigran Muslim di bagian lain dunia, seperti Eropa Barat.
Sekitar 20% Muslim tinggal di negara-negara Arab, 30% di subbenua India dan 15.6% di Indonesia, negara Muslim terbesar berdasar populasi.
Negara dengan mayoritas pemeluk Islam Sunni adalah Indonesia, Arab Saudi, dan Pakistan sedangkan negara dengan mayoritas Islam Syi'ah adalah Iran dan Irak.
Doktrin antara Sunni dan Syi'ah berbeda pada masalah imamah (kepemimpinan) dan peletakan Ahlul Bait (keluarga keturunan Muhammad).
Namun secara umum, baik Sunni maupun Syi'ah percaya pada rukun Islam dan rukun iman walaupun dengan terminologi yang berbeda.
Saat ini diperkirakan terdapat antara 1.250 juta hingga 1,4 milyar umat Muslim yang tersebar di seluruh dunia.
Dari jumlah tersebut sekitar 18% hidup di negara-negara Arab, 20% di Afrika, 20% di Asia Tenggara, 30% di Asia Selatan yakni Pakistan, India dan Bangladesh.
Populasi Muslim terbesar dalam satu negara dapat dijumpai di Indonesia.
Populasi Muslim juga dapat ditemukan dalam jumlah yang signifikan di Republik Rakyat Cina, Amerika Serikat, Eropa, Asia Tengah, dan Rusia.
Pertumbuhan Muslim sendiri diyakini mencapai 2,9% per tahun, sementara pertumbuhan penduduk dunia hanya mencapai 2,3%.
Besaran ini menjadikan Islam sebagai agama dengan pertumbuhan pemeluk yang tergolong cepat di dunia.
Beberapa pendapat menghubungkan pertumbuhan ini dengan tingginya angka kelahiran di banyak negara Islam (enam dari sepuluh negara di dunia dengan angka kelahiran tertinggi di dunia adalah negara dengan mayoritas Muslim
Namun belum lama ini, sebuah studi demografi telah menyatakan bahwa angka kelahiran negara Muslim menurun hingga ke tingkat negara Barat.
Masa kekhalifahan selanjutnya 68
Masa kekhalifahan selanjutnya
Setelah periode Khalifah Rasyidin, kepemimpinan umat Islam berganti dari tangan ke tangan dengan pemimpinnya yang juga disebut "khalifah", atau kadang-kadang "amirul mukminin", "sultan", dan sebagainya.
Pada periode ini khalifah tidak lagi ditentukan berdasarkan orang yang terbaik di kalangan umat Islam, melainkan secara turun-temurun dalam satu dinasti (bahasa Arab: bani) sehingga banyak yang menyamakannya dengan kerajaan; misalnya kekhalifahan Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah, hingga Bani Utsmaniyyah.
Besarnya kekuasaan kekhalifahan Islam telah menjadikannya salah satu kekuatan politik yang terkuat dan terbesar di dunia pada saat itu.
Timbulnya tempat-tempat pembelajaran ilmu-ilmu agama, filsafat, sains, dan tata bahasa Arab di berbagai wilayah dunia Islam telah mewujudkan satu kontinuitas kebudayaan Islam yang agung.
Banyak ahli-ahli ilmu pengetahuan bermunculan dari berbagai negeri-negeri Islam, terutamanya pada zaman keemasan Islam sekitar abad ke-7 sampai abad ke-13 masehi.
Luasnya wilayah penyebaran agama Islam dan terpecahnya kekuasaan kekhalifahan yang sudah dimulai sejak abad ke-8, menyebabkan munculnya berbagai otoritas-otoritas kekuasaan terpisah yang berbentuk
"kesultanan"; misalnya Kesultanan Safawi, Kesultanan Turki Seljuk, Kesultanan Mughal, Kesultanan Samudera Pasai dan Kesultanan Malaka, yang telah menjadi kesultanan-kesultanan yang memiliki kekuasaan yang kuat dan terkenal di dunia.
Meskipun memiliki kekuasaan terpisah, kesultanan-kesultanan tersebut secara nominal masih menghormati dan menganggap diri mereka bagian dari kekhalifahan Islam.
Pada kurun ke-18 dan ke-19 masehi, banyak kawasan-kawasan Islam jatuh ke tangan penjajah Eropa.
Kesultanan Utsmaniyyah (Kerajaan Ottoman) yang secara nominal dianggap sebagai kekhalifahan Islam terakhir, akhirnya tumbang selepas Perang Dunia I.
Kerajaan ottoman pada saat itu dipimpin oleh Sultan Muhammad V.
Karena dianggap kurang tegas oleh kaum pemuda Turki yang di pimpin oleh mustafa kemal pasha atau kemal attaturk, sistem kerajaan dirombak dan diganti menjadi republik.
Khalifah Rasyidin 67
Khalifah Rasyidin
Khalifah Rasyidin atau Khulafaur Rasyidin memilki arti pemimpin yang baik diawali dengan kepemimpinan Abu Bakar, dan dilanjutkan oleh kepemimpinan Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib.
Pada masa ini umat Islam mencapai kestabilan politik dan ekonomi.
Abu Bakar memperkuat dasar-dasar kenegaraan umat Islam dan mengatasi pemberontakan beberapa suku-suku Arab yang terjadi setelah meninggalnya Muhammad.
Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib berhasil memimpin balatentara dan kaum Muslimin pada umumnya untuk mendakwahkan Islam, terutama ke Syam, Mesir, dan Irak.
Dengan takluknya negeri-negeri tersebut, banyak harta rampasan perang dan wilayah kekuasaan yang dapat diraih oleh umat Islam.
Masa Awal Kedatangan Islam 66
Islam bermula pada tahun 611 ketika wahyu pertama diturunkan kepada rasul yang terakhir yaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira', Arab Saudi.
Muhammad dilahirkan di Mekkah pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (571 masehi).
Ia dilahirkan ditengah-tengah suku Quraish pada zaman jahiliyah, dalam kehidupan suku-suku padang pasir yang suka berperang dan menyembah berhala.
Muhammad dilahirkan dalam keadaan yatim, sebab ayahnya Abdullah wafat ketika ia masih berada di dalam kandungan.
Pada saat usianya masih 6 tahun, ibunya Aminah meninggal dunia.
Sepeninggalan ibunya, Muhammad dibesarkan oleh kakeknya Abdul Muthalib dan dilanjutkan oleh pamannya yaitu Abu Talib.
Muhammad kemudian menikah dengan seorang janda bernama Siti Khadijah dan menjalani kehidupan secara sederhana.
Ketika Muhammad berusia 40 tahun, ia mulai mendapatkan wahyu yang disampaikan Malaikat Jibril, dan sesudahnya selama beberapa waktu mulai mengajarkan ajaran Islam secara tertutup kepada para sahabatnya.
Setelah tiga tahun menyebarkan Islam secara sembunyi-sembunyi, akhirnya ajaran Islam kemudian juga disampaikan secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekkah, yang mana sebagian menerima dan sebagian lainnya menentangnya.
Pada tahun 622 masehi, Muhammad dan pengikutnya berpindah ke Madinah.
Peristiwa ini disebut Hijrah, dan semenjak peristiwa itulah dasar permulaan perhitungan kalender Islam.
Di Madinah, Muhammad dapat menyatukan orang-orang anshar (kaum muslimin dari Madinah) dan muhajirin (kaum muslimin dari Mekkah), sehingga semakin kuatlah umat Islam.
Dalam setiap peperangan yang dilakukan melawan orang-orang kafir, umat Islam selalu mendapatkan kemenangan.
Dalam fase awal ini, tak terhindarkan terjadinya perang antara Mekkah dan Madinah.
Keunggulan diplomasi nabi Muhammad SAW pada saat perjanjian Hudaibiyah, menyebabkan umat Islam memasuki fase yang sangat menentukan.
Banyak penduduk Mekkah yang sebelumnya menjadi musuh kemudian berbalik memeluk Islam, sehingga ketika penaklukan kota Mekkah oleh umat Islam tidak terjadi pertumpahan darah.
Ketika Muhammad wafat, hampir seluruh Jazirah Arab telah memeluk agama Islam.
Asal Usul Sejarah Agama Islam 65
Masa sebelum kedatangan Islam
Jazirah Arab sebelum kedatangan agama Islam merupakan sebuah kawasan perlintasan perdagangan dalam Jalan Sutera yang menjadikan satu antara Indo Eropa dengan kawasan Asia di timur.
Kebanyakan orang Arab merupakan penyembah berhala dan ada sebagian yang merupakan pengikut agama-agama Kristen dan Yahudi.
Mekkah adalah tempat yang suci bagi bangsa Arab ketika itu, karena di sana terdapat berhala-berhala agama mereka, telaga Zamzam, dan yang terpenting adalah Ka'bah.
Masyarakat ini disebut pula Jahiliyah atau dalam artian lain bodoh.
Bodoh disini bukan dalam intelegensianya namun dalam pemikiran moral.
Warga Quraisy terkenal dengan masyarakat yang suka berpuisi.
Mereka menjadikan puisi sebagai salah satu hiburan disaat berkumpul di tempat-tempat ramai.
Quantum 64
Quantum
Bergerak dari pendapat Einstein mengenai Merkurius, Edington dengan susah payah membuktikan bahwa keadaan tata surya dan jagad raya (Universe) tidaklah tetap. Posisi dan jarak antara satu bintang dengan bintang lainya berubah semakin besar. Kesimpulan ini dikuatkan dengan hasil penelitian dengan cara mengamati posisi bintang yang berubah dari satu waktu ke waktu lain. Fakta berhasil meruntuhkan kejayaan fisika klasik terutama ketidakmampuan hukum gravitasi Newton menjelaskan ruang lingkup kosmik dan kecepatan cahaya.
Sebenarnya ada empat makalah yang dibuat oleh Einstein yang menjadi dasar fisika modern hingga saat ini, namun hanya makalah mengenai percobaan Efek fotolitrik yang berhasil mendapatkan pengakuan. Lagi-lagi percobaan efek fotolistrik ini meruntuhkan teori klasik mengenai sifat kontinyu dari gelombang. Fakta yang ditemukan mengenai foton yang menunjukkan tumbukan pada elektron dipermukaan logam wolfram menguatkan pendapat Plank. Plank Berpendapat bahwa energi yang dikirimkan matahari tidak dalam bentuk gelombang yang bersifat kontinyu melainkan bersifat diskrit dan dalam bentuk quanta-quanta (paket energi). penemuan ini menjadi dasar sifat dualisme cahaya yang dapat berperilaku sebagai gelombang dan juga menunjukkan kualitas sebagai materi.
"God does not play dice with the Cosmos"
Tidak hanya sebatas fisikawan klasik, Einstein juga banyak mengkritik fisikawan modern seperti Rutherford dan juga Heisenberg. Einstein percaya ada zat yang mengatur semua kejadian di alam terjadi sebagaimana mestinya dan tidak terjadi secara acak dan sembarang. Kritik ini jelas ditujukan kepada Heisenberg untuk asas ketidakpastian elektron. Meskipun tidak begitu jelas alasan mengenai hal tersebut. Akan tetapi lagi-lagi einstein benar bahkan setelah dia telah berada di dunia lain.
Runtuhnya Fisika Klasik 63
Runtuhnya Fisika Klasik
Jauh sebelum teori dan hukum mengenai fisika modern, kekuasaan hukum Newton tentang interaksi antara dua benda bermassa telah menguasai dunia Fisika. Hukum-hukum gravitasi yang digambarkan dengan baik oleh Newton dengan sangat cermat berhasil menjelaskan setiap gerakan yang ada di dunia. Mulai dari sebuah apel yang jatuh dari atas pohon hingga gerakan matahari yang menjadi titik titik orbit dari planet. Tidak satupun fakta yang menguak kesalahan momentum.
"Matematika yang diwakilkan oleh logika akan mengantarkan
seseorang dari A menuju B dan sebaliknya dari B menuju A,
akan tetapi Imajinasi mengantarkan kita bergerak dari A kemana saja"
Albert Einstein
Pada dasarnya, Newton bukanlah seorang fisikawan, melainkan seorang yang bergelut di dunia matematika, persamaan dan penjabaran hukum Newton berhasil menjawab semua yang terjadi mengenai gerak. dunia fisika saat itu sangat terikat dan terbatasi oleh teori teori klasik yang mengharuskan seseorang bergerak berdasarkan Hukum hukum klasik yang ada, baik itu teori gelombang Maxwell maupun Hukum Newton.
Berbeda halnya dengan Eistein, yang memiliki pandangan dengan ruang lingkup Imajinasi. Hampir tidak satupun orang yang ada di dunia sains saat itu percaya bahwa Hukum Hukum Fisika Klasik belum cukup menjelaskan segalanya. Ada banyak hal yang difikirkan mengenai ketidakmampuan Fisika klasik menjelaskan mengenai batas kecepatan maksimum. Misalnya hukum newton tidak akan pernah memberikan batasan kecepatan untuk setiap benda yang bergerak dengan dengan gaya F. Gaya dengan besaran F akan digunakan oleh benda dengan massa m bergerak dengan percapatan tertentu, sehingga kecepatan benda bergerak akan bertambah seiring dengan waktu.
Berbeda dengan Newton, Einstein percaya bahwa kecepatan maksimum yang dapat dicapai sebuah partikel adalah c, meskipun pada saat itu einstein tidak mengetahui apa itu c, Beliau yakin bahwa ada batasan antara kecepatan yang akan saling berkaitan dengan keadaan pengamat. Hanya berdasarkan Intuisi, Eistein yakin bahwa kecepatan cahaya akan batasan untuk setiap pengamat baik yang bergerak maupun bergerak. Jika bergerak dengan kecepatan cahaya, berdasarkan teori klasik, tidak akan ada bayangan yang akan terlihat dari sebuah cermin yang ikut bergerak.
Einstein juga Newton memberikan hukum yang tidak lengkap mengenai gerakan yang terjadi pada tata surya. Fisikawan Inggris pada saat itu menutup mata mengenai gerak Merkurius yang berlawanan dengan teman temanya yang lain saat mengitari matahari. Ada satu fakta yang miris dalam perkembangan ilmu pada massa Einstein. Rasisme telah menutup mata Fisikawan untuk mempelajari Makalah penganut Yahudi mengenai relativitas khusus. Selain perang yang terjadi membuat Inggris dan Jerman berada pada blok yang berbeda. Ilmuan Jerman mendapat banyak cemooh mengenai pengembangan ilmu pengetahuan untuk menciptakan Senjata pemusnah massal menambah sikap anti pati terhadap pemikiran-pemikiran yang dikemukakan Eistein dan Plank yang juga berasal dari negara yang sama dengan Teori yang hampir sama sulitnya untuk diterima pada masa itu. Sangat sulit untuk dibayangkan kesulitan yang ditemukan Einstein untuk memberitahukan kebenaran kepada dunia pada masa itu.
Eisntein berpendapat bahwa merkurius tidak melakukan kesalahan dan Merkurius juga tetap tunduk pada hukum alam yang gagal dijelaskan oleh Newton. Pendapat yang diambil dari dari hukum Newton mengenai bentuk steady state tata surya disangkal oleh Einstein. Pendapat ini kemudian mendapat perhatian dari seorang Ilmuwan inggris yang nantinya akan membuat Einstein dikenal dan diakui oleh Fisikawan Inggris dan juga membuatnya terkenal hingga saat ini. Edington.
Hubungan Ajaran Kesadaran Primitif Dan Fisika Modern 61
Hubungan Ajaran Kesadaran Primitif Dan Fisika Modern
Jika kita memahami, bahwa deskripsi ini sangat mirip dengan deskripsi Brahman, misalnya Ishopanishad disebutkan 'Dia bergerak dan tidak bergerak, jauh dan dekat, ini semua didalamnya dan Dia juga diluar semua ini'. Kemudian teori kuantum muncul ketika Teorema Bell dan percobaan selanjutnya terbukti benar; dimana dua atom atau lebih, elektron atau foton menunjukkan sifat berkorelasi, bahkan pada jarak yang terdapat komunikasi adalah mungkin selama waktu tertentu. Perkembangan ini merupakan perkembangan yang paling penting dalam sejarah fisika dan diseluruh ilmu pengetahuan.
Atom juga menunjukkan holistik seperti properti, dan mungkin membuktikan beberapa hubungan ajaran kesadaran primitif. Jadi, tidak benar jika mengatakan bahwa setiap analisis dimulai dengan atom yang reduksionis dan tidak holistik. Keempat Mahavakyas mengungkapkan konsep sama tentang individu dan Brahman yaitu;
Pragnanam Brahman, 'Kesadaran adalah Brahman' (Aitareya Upanishad 3.3 Rig Veda)
Ayam Atma Brahman, 'Diri ini (Atman) adalah Brahman' (Mandukya Upanishad 1.2 Atharva Veda)
Tat tvam Asi, 'Itu Engkau' (Chandogya Upanishad 6.8.7 Sama Veda)
Aham Brahmasmi, 'Aku Brahman' (Brhadaranyaka Upanishad 1.4.10 Yajur Veda)
Brahman muncul disegala hal, sesuai dengan konsep fisika modern yang semuanya terbuat dari partikel dasar yang sama. Temuan dasar lain teori kuantum juga melibatkan pengamatan pada objek yang diamati. Tidak mungkin memisahkan efek dari alat ukur suatu objek yang diukur. Seperti ide tentang pengamat dan objek pengamatan juga ditekankan dalam Upanishad, filosofi holistik tentang pikiran dan tubuh.
Model terkemuka tentang asal mula alam semesta mengasumsikan bahwa ada beberapa ke-vakum-an diawal, dan alam semesta tercipta dari fluktuasi kuantum. Pada waktu itu semuanya gelap karena cahaya belum tercipta sama sekali. Model juga disebutkan dalam Vayupuran tentang asal usul alam semesta;
Ada fakta yang aneh dalam teori relativitas, dimana pengukuran waktu tergantung pada gerak pengamat dan juga kekuatan medan gravitasi di dalamnya. Ini juga sering disebutkan berulang dalam kitab suci Hindu, bahwa waktu Brahman berbeda dengan dunia manusia. Ketika orang mendengar Arjun melihat masa lalu, sekarang dan masa depan dari mulut Krishna di Vishwaroop Darshan (Bhagvatgeeta). Ini mengisyaratkan runtuhnya sistem koordinat ruang waktu dekat singularitas dalam teori relativitas umum, dan kitab suci Hindu menggambarkan usia alam semesta terbentuk sejak beberapa miliar tahun.
Beberapa bagian ibadah Veda melibatkan unsur alam seperti angin, air, api, tanah, dan lainnya, juga gambar Dewa terlihat seperti manusia dalam bentuk avatar. Beberapa bagian Veda dan Upanishad terlihat konsep abstrak dibagian manapun, tak terlihat, abadi, transenden dan Brahman terlihat asing dalam kehidupan kita sehari-hari.
Saat ini, pengetahuan umum fisika berpendapat bahwa benda-benda besar terdiri dari triliunan atom, dimana teori ini mendekati batas klasik. Ada beberapa kebenaran dalam teori itu, bahwa kita tidak dapat melalui dinding seperti elektron. Fisikawan membuktikan, mereka telah menemukan efek kuantum lebih besar seperti laser, superkonduktivitas, superfluiditas, kondensasi Bose-Einstein dan lompatan kuantum berjarak beberapa mil. Tidak jelas, bahwa mekanika kuantum tidak berlaku untuk sistem yang besar, begitupula dengan kesadaran dan proses berpikir.
Penrose, Hameroff dan Stapp menyarankan bahwa kesadaran didalam otak manusia mungkin disebabkan dari ukuran atom, dan kesadaran mungkin merupakan getaran kuantum mekanik di alam semesta. Otak manusia berkembang sebagai tubuh manusia yang berevolusi di alam. Jadi, satu kemungkinan bahwa beberapa informasi kognitif tentang alam dapat tersimpan dalam otak manusia. Ketidaksetaraan teori Bell tidak mampu menjelaskan, logika konvensional gagal dalam teori kuantum, tetapi matematika mampu menjelaskan sistem yang berada di luar pengalaman manusia.
Di dalam otak kita, ada beberapa komponen yang berjalan lebih jauh dari pengalaman sehari-hari, merasakan realitas seperti yang dilakukan para Resi melalui meditasi. Atau sama seperti orang buta yang menyentuh bagian tubuh gajah dan menarik kesimpulan berbeda tentang bentuk gajah. Beberapa penulis termasuk Amit Goswami menyimpulkan, bahwa kesadaran menciptakan realitas termasuk atom, begitupula yang diungkapkan oleh Maharshi Mahesh Yogi. Dari sudut pandang fisika modern, dalam memahami kesadaran dimulai dari atom atau partikel dasar, diantaranya partikel elementer dan benda mati atau materi. Maka sel-sel, tanaman, bakteri, hewan dan manusia akan semakin meningkatkan kesadaran, semua ini berhubungan dengan realitas.
Persamaan Teori Fisika Modern Dan Filsafat Hindu 60
Persamaan Teori Fisika Modern Dan Filsafat Hindu
Mundaka Upanisad (Aksara Dewanagari) termasuk dalam Sruti yang merupakan bagian dari Veda, di samping sastra Brahman. Upanisad berisikan ajaran filsafat, meditasi serta konsep ketuhanan. Upanisad disusun dalam jangka waktu yang panjang, yang tertua diantaranya Brhadaranyaka Upanisad dan Chandogya Upanisad disusun pada abad ke-8 SM. Upanishad membagi semua pengetahuan ke dalam dua kategori, yang pertama adalah pengetahuan yang mengarah ke realisasi diri yang disebut Para Vidya (Pengetahuan illahi). Dan yang kedua disebut Apara Vidya atau Pengetahuan tentang dunia material (pengetahuan duniawi). Berdasarkan klasifikasi, ilmu fisika mungkin berada di bawah Apara Vidya. Dalam hal ini, Vasavada berusaha meyakinkan bahwa Fisika Modern sama seperti filsafat Hindu, Para Vidya.
Beberapa ilmuwan yang ikut mencetuskan teori kuantum termasuk Bohr, Schrodinger, Heisenberg dan Bohm, mereka sangat dipengaruhi ide mistis dari Timur. Vasavada mengatakan bahwa beberapa buku telah menjadi bukti, diantaranya buku Fritz Capra yang terbit pada tahun 1970 berjudul 'The Tao of Physics'. Fisikawan Subhash Kak, Amit Goswami, John Hagelin dan beberapa orang lainnya juga telah menerbitkan buku yang berkaitan dengan ide mistis dari Timur.
Bagaimana menjelaskan secara singkat implikasi beberapa teori fisika modern dikalangan non-fisikawan? Menurut Vasavada, fisika yang ditemukan sebelum abad ke-20 dikenal sebagai fisika klasik yang menggambarkan fisika sehari-hari seperti bagian terpenting dalam mekanika, panas, medan listrik, optik, diaman semuanya telah digunakan secara ekstensif dalam teknik dan teknologi. Kemudian pada awal abad ke-20, data eksperimen dan masalah inkonsistensi tertentu memaksa fisikawan menerima dua teori revolusioner, yaitu Teori Kuantum dan Teori Relativitas, dimana fisikawan dipaksa untuk mengubah pandangan tentang alam secara drastis.
Mungkin pada awalnya banyak fisikawan yang enggan memberikan ide klasik, karena dipaksa menganut teori kuantum dan teori relativitas. Alam semesta tidak tercipta dari materi yang kaku seperti batu panas ataupun sejenis meteor. Tingkat atom dan sub-atom terdiri dari benda yang terdiri dari gelombang dan ruang kosong. Jadi sifat solid obyek yang terlihat di sekitarnya menjadi jelas, lebih mendalam lagi bahwa disana terdapat ruang vakum, dimana semua ini mengisyaratkan salah satu ide ilusi yang meliputi seluruh alam semesta.
Disisi lain, partikel fisika modern meyakini beberapa jenis bagian ditangguhkan tanpa ada sifat tertentu sampai terukur. Bagian-bagian ini merupakan waktu yang sama dan dijelaskan melalui fungsi gelombang, superposisi sifat yang secara fisik tampaknya bertentangan.
Implikasi dalam Pembelajaran Fisika 59
Implikasi dalam Pembelajaran Fisika
Siswa digiring pada pemahaman bahwa gaya grafitasi tidak hanya dimiliki bumi, tetapi semua benda bermassa memiliki gaya gravitasi. Kekuatan grafitasi bergantung pada ukuran massanya, makin besar medan grafitasinya, sehingga benda dengan ukuran yang lebih kecil akan “ketarik” ke arah benda yang ukuran yang lebih besar. Pemahaman tentang gravitasi bumi sampai sekarang berkembang. Bahkan ada yang membuat teori tentang jarring semesta, dengan ilustrasi alam semesta ibarat jika kita taru benda diatasnya maka akan terbentuk lengkungan alam semesta yang sesuai dengan ukuran volume dan massanya. Maka logis ketika benda yang kecil akan “ketari” menuju arah yang berukuran besar.
Aliran Filsafat yang Mempengaruhi 58
Aliran Filsafat yang Mempengaruhi
Jika dilihat dari bagaimana cara menggabungkan realitas apel, mainan yang dilakukan keponakannya serta konsep yang dibangun oleh galileo galilee maka nampaka sekali perpaduan antara realitas materi dan ide yang dipakai oleh newton dalam membangun konsep grafitasi, maka aliran empirisme sangat cocok dengan penemuan ini.
Sejarah Konsep Fisika Ditemukan 57
Sejarah Konsep Fisika Ditemukan
Suatu Pagi di bawah langit yang cerah, Newton melihat keponakannya bermain bola. Bola ini diikat pada tali dan anak itu memegang ujung tali dengan erat. Dia mengayun bola, awalnya pelan, tetapi semakin lama semakin cepat sampai talinya menegang.
Melihat itu Newton mulai menyadari bahwa bola itu sama persis dengan bulan. Dua gaya yang bekerja pada bola- pergerakannya(menuju keluar) dan gaya tarik tali (yang menarik kedalam). Dua gaya bekerja pada bulan. Gaya geraknya dan gaya tarik gravitasi). Untuk pertama kalinya, Newton memperhitungkan kemungkinan bahwa gravitasi merupakan sebuah gaya menarik universal, tidak hanya planet maupun bintang bahkan Gravitasi menarik apel ke tanah (Lampiran Gb.3). Dalam pekerjaannya, Newton membandingkan antara besar gaya gravitasi bumi yang menarik bulan dan menarik benda-benda pada permukaan bumi. Percepatan gravitasi yang dialami setiap benda di permukaan bumi adalah 9,8 m/s2. Jarak bulan dari pusat bumi atau jari-jari orbit bulan = 3,84×108 m, dan jarak permukaan bumi dari pusat bumi atau jari-jari bumi = 6,4×106 m. Ini berarti jarak bulan dari pusat bumi adalah 60 × jarak permukaan bumi dari pusat bumi. Akhirnya Newton menyimpulkan bahwa besar gaya gravitasi bumi pada suatu benda F, berkurang dengan kuadrat jaraknya, r, dari pusat bumi. Newton menyadari bahwa gaya gravitasi tidak hanya bergantung pada jarak, tetapi juga bergantung pada massa benda. Hukum III Newton menyatakan bahwa ketika bumi mengerjakan gaya gravitasi pada suatu benda (missal bulan), maka benda itu akan mengerjakan gaya pada bumi yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan. Newton terus berlanjut dalam menganalisis gravitasi. Dari kumpulan data ini dan data pendukung dia mendapatkan bahwa gaya gravitasi yang dikerjakan matahari pada planet yang menjaga planet tetap pada orbitnya mengitari matahari ternyata juga berkurang secara kuadrat terbalik terhadap jarak planet-planet itu dari matahari. Oleh karena kesebandingan kuadrat terbalik ini, maka Newton menyimpulkan bahwa gaya gravitasi matahari pada planetlah yang menjaga planetplanet tersebut tetap pada orbitnya mengitari matahari. Selanjutnya Newton mengajukan hukum gravitasi umum Newton, yang berbunyi :
Gaya gravitasi antara dua benda merupakan gaya tarik-menarik yang besarnya berbanding lurus dengan massa masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya.
Besarnya gaya gravitasi dapat ditulis dengan persamaan matematis :
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFKJ6zZYWlvf6VRKRcjP-rVnAGA77eXX4B2VvZC2rusHfT0X8LK212n8MnU80n4prKfSgLUNuDSsylH5iZ0eQjsm8LNGLreOQLvyUPbP-ngP3Ls3sgkUQXtU-Uj2PSXrN8_chXRDAg8bA/s1600/g.jpg
Dengan :
F12 = F21 = F = besar gaya tarik-menarik antara kedua benda (N)
G = tetapan umum gravitasi
m1 = massa benda 1 (kg)
m2 = massa benda 2 (kg)
r = jarak antara kedua benda (m)
Maka, adalah keberhasilan yang besar dari pemikiran Newton dapat menurunkan hukum-hukum Kepler dari hukum gerak Newton dan dari hukum gravitasi Newton. Hukum gravitasi Newton di dalam kasus ini mengharuskan setiap planet ditarik menuju matahari dengan sebuah gaya yang sebanding dengan massa planet dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari planet ke matahari.
Dengan cara ini Newton mampu menerangkan gerak planet di dalam tata surya dan gerak benda jatuh di dekat permukaan bumi dengan sebuah konsep bersama. Pentingnya karya copernicus, secara ilmiah sebenarnya terletak di dalam kenyataan bahwa teroi berpusat surya telah membuka jalan bagi penyatuan ini. Secara berturutan, berdasarkan anggapan bahwa bumi melakukan rotasi dan berputar mengelilingi matahari, maka kita menjadi mungkin menerangkan fenomena yang bermacam-macam seperti itu seperti gerak sehari-hari dan gerak yang nyata setiap tahun dari bintang-bintang, yang perataan bumi dai sebuah bentuk sferis, sifat angin pasat, dan banyak hal lain yang tak dapat dipersatukan begitu sederhananya di dalam teori yang menggunakan bumi sebagai titik pusat.
Implikasi dalam Pembelajaran Fisika 56
Implikasi dalam Pembelajaran Fisika
Aliran filsafat yang mempengaruhi konsep Pascal adalah aliran filsafat realism, empirisme dan idealisme. Karena itu dalam pelaksanaan pembelajran fisika yang berkaitan dengan materi hukum Pascal tentunya melalui pendekatan realistis, idealis, dan pendektan empiris. Adapun imlikasi dalam pembelajaran fisika adalah sebagai berikut:
1. Metode pembelajaran yang sesuai adalah metode ekperimen atau demonstrasi.
2. Salah satu model pembelajaran yang susai adalah problem solving
2. Guru hanya sebagai pembimbing saat proses pembelajaran berlangsung
3. Sumber pengetahuan/informasi dalam mempelajari hukum Pascal adalah ide-ide siswa yang didapatnya dari “pengalaman” dan dibuktikan melaui ekperimen secara langsung oleh mereka sendiri.
4. Buku sumber hanya sebagai pendukung dari hasil percobaan yang siswa buktikan, artinya ada pembuktian secara real dan kesimpulan percobaan.
5. Pembelajaran fisika berlangsung secara aktif oleh aktifitas siswa dan siswa diberikan keempatan seluas-luasnya untuk berpikir atau mengeluarkan ide-ide pada saat proses pembelajaran fisika berlangsung.
tiga kajian filsafat pada konsep Archimedes 55
1. Dasar ontologi hukum Archimedes
Ontologi adalah analisis tentang objek materi dari ilmu pengetahuan, yaitu hal-hal atau benda-benda empiris. Ontologis membahas tentang apa yang ingin diketahui. Ontologi menganalisa tentang objek apa yang diteliti ilmu? Bagaimana wujud yang sebenar-benarnya dari objek tersebut? bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (misalnya: berpikir, merasa dan mengindera) yang menghasilkan pengetahuan?. Berdasarkan penjelasan diatas, dapat dijelaskan bahwa hukum archimedes memiliki objek telaah yang menjadikannya sebagai bagian dari ilmu fisika. Hubungan antara hukum archimedes seperti penjelasan pada bagian sebelumnya dengan dasar ontologi akan dijabarkan dalam beberapa paragraf-paragraf selanjutnya.
Objek telaah dari hukum archimedes ada dua yaitu objek material dan objek formal. Obyek material adalah sesuatu yang dijadikan sasaran penyelidikan, seperti fluida, dan massa jenis adalah obyek material hukum archimedes. Adapun obyek formalnya merupakan metode untuk memahami obyek material tersebut, seperti pendekatan induktif dan deduktif. Dalam perspektif ini dapat penulis uraikan bahwa hukum Archimedes pada prinsipnya memiliki dua obyek substantif (Fakta dan kebenaran)
a. Fakta
Objek kajian dalam hukum Archimedes merupakan fakta. Fakta adalah pengamatan yang telah diverifikasi secara empiris. Fakta dalam prosesnya kadang kala dapat menjadi sebuah ilmu namun juga sebaliknya. Fakta tidak akan dapat menjadi sebuah ilmu manakala dihasilkan secara random saja. Namun bila dikumpulkan secara sistematis dengan beberapa system serta dilakukan secara sekuensial, maka fakta tersebut mampu melahirkan sebuah hukum atau bahkan ilmu. Fakta atau kenyataan memiliki pengertian yang beragam, bergantung dari sudut pandang filosofis yang melandasinya. Contoh fakta yang dikaji atau dibahas dalam hukum Archimedes adalah seperti tumpahnya air dalam baskom yang penuh ketika dimasukkan suatu benda.
b. Kebenaran
"Kebenaran/keadaan benar itu berupa kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh sebuah pendapat dengan apa yang sungguh merupakan halnya/faktanya". Menurut teori ini dinyatakan bahwa, kebenaran atau keadaan benar itu berupa kesesuaian [correspondence] antara arti yang dimaksud oleh suatu pernyataan dengan apa yang sungguh-sungguh terjadi merupakan kenyataan atau faktanya. Ada berbagai macam kebenaran, beberapa diantaranya adalah:
1. Kebenaran korespondensi
2. Kebenaran koherensi/konsistensi
3. Kebenaran performatif
4. Kebenaran pragmatic
5. Kebenaran proposisi
Kebenaran hukum Archimedes sudah terbukti secara korespondensi, koherensi, performatif, pragmatic, dan proposisi. Hukum Archimedes merupakan suatu kebenaran karena bunyi hukum tersebut/teori Archimedes telah tebukti secara ilmiah dan sesuai dengan keadaan alamiah sutau benda.
Berikutnya keterhubungan antar objek kajian Archimedes dengan hukum Archimedes itu sendiri adalah dapat dilihat pada penjelasan bagian A dimana pada bagian A telah dijelaskan bahwa antara gaya apung, massa jenis, volume zat cair yang dipindahkan dan percepatan gravitasi dapat dihubungkan melalui persamaan Fa=ρ g v.
2. Dasar Epistimologi Hukum Archimedes
Epistemologi atau teori pengetahuan ialah cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan, pengendalaian-pengendalian, dan dasar-dasarnya serta pengertian mengenai pengetahuan yang dimiliki mula-mula manusia percaya bahwa dengan kekuatan pengenalanya ia dapat mencapai realitas sebagaimana adanya. Epistemologi dapat didefenisikan juga sebagai cabang filsafat yang mempelajari asal mula atau sumber, struktur, metode dan sahnya (validitas) pengetahuan.
Persoalan-persoalan dalam epistemology hukum archimedes adalah:
1) Apakah hukum archimedes itu ?
2) Bagaimanakah Archimedes dapat menemukan hukum Archimedes ?
3) Bagaimanakah validitas Hukum Archimedes itu dapat dinilai ?
Langkah dalam epistemologi hukum Archimedes antara lain berpikir deduktif dan induktif. Berpikir deduktif memberikan sifat yang rasional kepada pengetahuan ilmiah dan bersifat konsisten dengan pengetahuan yang telah dikumpulkan sebelumnya Secara sistematik dan kumulatif pengetahuan ilnilah yang disusun setahap demi setahap dengan menyusun argumentasi mengenai sesuatu yang baru berdasarkan pengetahuan yang telah ada. Secara konsisten dan koheren maka ilmu mencoba memberikan penjelasan yang rasional kepada objek yang berada dalam fokus penelaahan.
Berikut akan dijawab keempat pertanyaan diatas, sehingga dasar epistimologi hukum Archimedes dapat ditunjukkan secara jelas:
1) Hukum Archimedes adalah hukum yang membahas tentang perilaku suatu benda yang mengalami gaya ketas ketika berada dalam suatu fluida.
2) Berdasarkan kisah yang diabadikan sejarah, Archimedes menemukan hukum gaya apung/Archimedes ketika ia diperintahkan oleh raja untuk menguji mahkota kebesaran raja, apakah terbuat dari emas atau tidak. Arhimedes secara alami akhirnya mengetahui penyelesaian permasalahan tersebut dengan kembali ke alam. Ia berpikir secara alami dengan berendam disebuah bak yang penuh dengan air kemudian terlihatlah olehnya ada beberapa air yang tertumpah. Perilaku air yang seperti ini merupakan perilaku alami yang dapat dipahami oleh Archimedes bahwa air yang tumpah tersebut tidak lain adalah sama dengan volume tubuhnya. Dan pada akhirnya menarik kesimpulan secara matematis bahwa Fa=ρ g v.
3) Untuk validitas hukum Archimedes dapat dilakukan dengan prinsip konfirmasi dengan penjelasana lengkap sebagai berikut:
Fungsi Ilmu adalah untuk menjelaskan, memprediksi proses dan produk yang akan datang atau memberikan pemaknaan. Pemaknaan tersebut dapat ditampilkan sebagai konfirmasi absolute dengan menggunakan landasan : asumsi, postulat atau axioma yang sudah dipastikan benar. Pemaknaan juga dapat ditampilkan sebagai konfirmasi probabilisti dengan menggunakan metode induktif, deduktif, reflektif. Dalam Ontologi dikenal pembuktian a priori dan a posteriori.
Untuk memastikan kebenaran penjelasan atau kebenaran prediksi Archimedes, dapat didasarkan pada dua aspek yaitu Aspek kuantitatif dan aspek kualitatif. Dalam hal konfirmasi, sampai saat ini dikenal ada tiga teori konfirmasi, yaitu :
1. Decision Theory,
Teori ini menerapkan kepastian berdasar keputusan apakah hubungan antara hipotesis dengan evidensi memang memiliki manfaat actual
2. Estimation Theory
Menetapkan kepastian dengan memberi peluang benar – salah dengan menggunakan konsep probabilitas.
3. Reliability Analysis
Menetapkan kepastian dengan mencermati stabilitas evidensi (yang mungkin berubah-ubah karena kondisi atau karena hal lain) terhadap hipotesis. Hukum Archimedes telah melewati tahapan konfirmasi, dan terbukti bahwa hukum Archimedes merupakan suatu hukum yang valid dan merupakan hukum fisika dan bagian dari ilmu pengetahuan.
3 . Dasar Aksiologi Hukum Archimedes
Aksiologi membahas tentang manfaat yang diperoleh manusia dari pengetahuan yang didapatkannya. Aksiologi ilmu terdiri dari nilai-nilai yang bersifat normatif dalam pemberian makna terhadap kebenaran atau kenyataan seperti yang dijumpai dalam kehidupan, yang menjelajahi berbagai kawasan, seperti kawasan sosial, kawasan simbolik ataupun fisik material. Aksiologi sebagai ilmu pengetahuan yang menyelediki hakekat nilai yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan.
Aksiologi menjawab, untuk apa hukum archimedes yang berupa ilmu itu di pergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral?
Ada banyak dasar aksiologi dari hukum archimedes yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, karena tujuan diciptakannya hukum archimedes ini adalah untuk memberikan manfaat dan kemudahan dalam kehidupan manusia. Beberapa diantara aplikasi hukum archimedes yang mempermudah manusia antara lain: pembuatan kapal selam dan kapal laut. Kesemuanya itu merupakan nilai aksiologi hukum archimedes. Hukum archimedes bukan hanya sebua teori kontekstual namun memiliki banya nilai aplikatif yang menjadikan alasan yang kuat bahwa pernyataan archimedes merupakan suatu hukum dan bagian dari ilmu penegetahuan yang telah terbukti secara empiris.
Aliran Filsafat yang Mempengaruhi 54
Aliran Filsafat yang Mempengaruhi
Berdasarkan temuan konsep fisika yang dilakukan oleh Archimedes aliran filsafat yang mempengaruhi adalah aliran filsafat empirisme dan realisme. Aliran filsafat empirisme mencoba memaparkan bahwa pengetahuan bersumber dari pengalama. Oleh karena itu pengalaman Archimedes menjadi sumber pengetahuan juga yaitu menemukan konsep Archimedes tersebut. Sedangkan, aliran filsafat realisme anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Karena itu fenomena yang terjadi pada air ketika Archimedes mencelupkan badannya dan berubah ketinggian merupakan suatu keadaan yang real.
Sejarah Konsep Fisika Ditemukan 53
Sejarah Konsep Fisika Ditemukan
Archimedes lahir di kota Sirakusa di Pulau Sisilia, sebelah selatan Italia, pada tahun 287 SM. Ia belajar di kota Alexandria, Mesir. Kemudian ia kembali ke Mesir. Ayahnya ahli bintang namanya Phidias. Archimedes adalah ilmuan terbesar sebelum Newton. Ia adalah ahli matematika Yunani (terutama geometri), ahli fisika (terutama mekanika , statistika, dan hidrostatika), ahli optika, ahli astronomi, warga Negara Sisilia, pengarang , dan penemu. Ia mendapat julukan bapak IPA eksperimental karena mendasarkan penemuannya pada eksperimen. Kebenaran penemuan-penemuannya telah ia buktikan dengan eksperimen. Konsep pelambungan (air mendorong objek keatas sama dengan berat air yang digantikan objek) dan pengungkit (gaya mendorong kebawah pada satu sisi dari pengungkit menciptakan gaya mengangkat pada sisi lain yang proposional pada panjang dua sisi pengungkit) mendasari semua ilmu kuantitatif dan teknik. Prinsip ini mewakili pemahaman manusia yang paling awal mengenai hubungan dalam dunia fisika di sekitar kita dan merumuskan secara matematika kejadian fisika di dunia. Berbagai kemajuan ilmu dan teknik bergantung pada penemuan 2 prinsip ini. Seperti teknologi kapal (konvensional) dan kapal selam (submarine).
Pada waktu itu yang jadi raja di Sirakusa adalah Hieron II,sahabat Archimedes. Pada suatu hari Hieron II menyuruh seorang pandai emas membuat mahkota.Hieron merasa bahwa pandai emas itu curang. Mahkota itu tidak terbuat dari emas murni tapi dari campuran emas dan perak. Maka Hieron menyuruh Archimedes membuktikan kecurangan pandai emas itu tanpa merusak mahkota tersebut. Berhari-hari Archimedes berpikir keras. Ia tidak tahu cara membuktikan kecurangan pandai emas. Waktu itu belum ada alat elektronik yang dapat mendeteksi apakah sebuah benda terbuat dari emas murni atau emas campuran. Ketika kepala Archimedes terasa panas karena terlalu banyak berpikir,ia masuk ke tempat mandi umum. Ia membuka pakaian dan masuk ke bak mandi yang penuh dengan air. Archimedes menyadari lengannya terapung diatas air. Sebuah ide kemudian terbesit di benaknya. Dia menarik tangannya kedalam air dan dia merenggangkan lengannya. Lengannya dengan sendiri mengapung kembali ke atas. Kemudian dia mencoba berdiri dari bak, level air menjadi menyusut, kemudian dia duduk kembali, level air meningkat kembali. Dia berbaring, air naik lebih tinggi lagi, dan dia merasa lebih ringan. Dia berdiri, level air menurun dan dia merasa dirinya lebih berat. Air harusnya telah mendorong dia keatas sehingga dia merasa ringan.
Tiba-tiba ia bangkit, lupa mengenakan pakaian, sambil telanjang bulat lari sepanjang jalan menuju rumahnya. Kepada istrinya ia berteriak, Eureka! Eureka! Artinya, Sudah kutemukan! Sudah Kutemukan! Apa yang ia temukan? Ia menemukan nama hukum Archimedes ,yang bunyinya: “Sebuah benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mendapat gaya keatas seberat zat cair yang didesak oleh benda itu”. Dengan hukum itu ia bermaksud membuktikan kecurangan pandai emas.
Dirumahnya ia melakukan percobaan selanjutnya. Dia kemudian mengambil sebuah batu dan sebalok kayu yang memiliki ukuran sama ke dalam bak dan merendamkan mereka kedua-duanya. Batu tenggelam tetapi terasa ringan. Dia harus menekan kayu supaya tenggelam. Itu artinya air harus menekan ke atas dengan gaya yang relatif terhadap jumlah air yang tergantikan oleh ukuran objek daripada berat dari objek. Seberat apa objek itu dirasakan di air mempengaruhi kepadatan objek. Ini membuat Archimedes mengerti bagaimana memecahkan masalah raja. Dia kembali ke raja. Kuncinya adalah kepadatan. Jika mahkota ini terbuat dari logam bukan emas, dia dapat memiliki berat yang sama tetapi akan memiliki kepadatan yang berbeda sehingga akan menumpahkan jumlah air yang berbeda. Mahkota dan sebuah emas yang beratnya sama di masukkan ke sebuah mangkok berisi air. Mahkotanya ternyata menumpahkan air lebih banyak sehingga terbukti mahkota itu adalah palsu.
Raja Hiero II kala itu terikat perjanjian dengan bangsa Romawi. Syracuse harus mengirimkan gandum dalam jumlah yang besar pada bangsa Romawi, agar mereka tidak diserang. Hingga pada suatu ketika Hiero II tidak mampu lagi mengirim gandum dalam jumlah yang ditentukan. Karena itu Archimedes ditugaskan merancang dan membuat kapal jenis baru untuk memperkuat angkatan laut raja Hiero II.
Pada masa itu, kapal yang dibuat oleh Archimedes adalah kapal yang terbesar. Untuk dapat mengambang, kapal ini harus dikeringkan dahulu dari air yang menggenangi dek kapal. Karena besarnya kapal ini, jumlah air yang harus dipindahkanpun amat banyak. Karena itu Archimedes menciptakan sebuah alat yang disebut "Sekrup Archimedes". Dengan ini air dapat dengan mudah disedot dari dek kapal. Ukuran kapal yang besar ini juga menimbulkan masalah lain. Massa kapal yang berat, menyebabkan ia sulit untuk dipindahkan. Untuk mengatasi hal ini, Archimedes kembali menciptakan sistem katrol yang disebut "Compound Pulley". Dengan sistem ini, kapal tersebut beserta awak kapal dan muatannya dapat dipindahkan hanya dengan menarik seutas tali. Kapal ini kemudian diberi nama Syracusia, dan menjadi kapal paling fenomenal pada zaman itu.
FILSAFAT DAN FISIKA 52
FILSAFAT DAN FISIKA
1. Pengertian Filsafat
· Secara etimologis filsafat berasal dari bahasa Yunani dari kata “philo” berarti cinta dan” sophia” yang berarti kebenaran, sementara itu menurut I.R. Pudjawijatna (1963 : 1) “Filo artinya cinta dalam arti yang seluas-luasnya, yaitu ingin dan karena ingin lalu berusaha mencapai yang diinginkannya itu . Sofia artinya kebijaksanaan , bijaksana artinya pandai, mengerti dengan mendalam, jadi menurut namanya saja Filsafat boleh dimaknakan ingin mengerti dengan mendalam atau cinta dengan kebijaksanaan.
· Kecintaan pada kebijaksanaan haruslah dipandang sebagai suatu bentuk proses, artinya segala upaya pemikiran untuk selalu mencari hal-hal yang bijaksana, bijaksana di dalamnya mengandung dua makna yaitu baik dan benar, baik adalah sesuatu yang berdimensi etika, sedangkan benar adalah sesuatu yang berdimensi rasional, jadi sesuatu yang bijaksana adalah sesuatu yang etis dan logis.
kasih saran dan vote ya
2. Pengertian Fisika
· Fisika (Bahasa Yunani: physikos, "alamiah", dan physis, "Alam") adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
· Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.
· Fisika dibagi menjadi dua yaitu :
a. Fisika klasik : Mekanika, Listrik Magnet, Panas, Bunyi, Optika dan Gelombang adalah perbatasan antara fisika klasik dan modern.
b. Fisika modern : Adalah perkembangan fisika mulai abad 20 yaitu penemuan teori relativitas dari Einstein.
· Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan pemerian dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas. Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara fisika dan matematika, yakni fisika matematis, yang mengembangkan struktur matematis bagi teori-teori fisika.
3. Filsafat Fisika
Periode filsafat yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradapan manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitosentris menjadi logosentris.
Pola pikir mitosentris adalah pola pikir masyarakat yang sangat mengandalkan mitos untuk menjelaskan fenomena alam,seperti gempa bumi dan pelangi. Gempa bumi tidak dianggap fenomena alam biasa,tetapi dewa bumi yang sedang menggoyangkan kepalanya namun ketiaka filsafat diperkenankan ,fenomena tersebut tidak lagi dianggap sebagai aktivitas dewa, tetapi aktivitas alam
Karena manusia selalu berhadapan dengan alam yang begitu luas dan penuh misteri, timbul rasa ingin mengetahui rahasia alam itu. Sehingga tidak heran kemudian mereka juga disebut dengan filosof alam ini juga di sebut filosof pra sokrates,sedangkan sokrates dan setelahnya disebut para filosof pasca sokrates yang tidak hanya mengkaji tentang alam, tetapi manusia dan perilakunya filosof alam pertama yang mengkaji tentang asal usul alam adalah Thales (624-546 SM).
Dari hal tesebut di atas dapat kita ketahui bahwa filsafat fisika sesungguhnya adalah suatu bentuk pola pikir manusia dalam mempelajari suatu pengetahuan terutama yang berhubungan dengan alam serta perubahannya.
Dengan adanya filsafat fisika ini manusia dapat merubah pola pikirnya yang semula mitosentrik tentang alam menjadi lebih didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi.
4. Hubungan filsafat dan fisika
Dengan adanya Filsafat, pola pikir manusia menjadi lebih maju dalam mempelajari alam.
Tidak selamanya teori yang ada akan bersifat mutlak, tetapi dapat berubah-ubah khususnya ilmu sains, sehingga filsafat berperan penting dalam perubahan-perubahan tersebut sesuai dengan teori dan fakta-fakta yang ada.
Filsafat dapat membuat orang mempelajari konsep fisika
5. Manfaat mempelajari filsafat dan fisika
• Filsafat fisika itu dapat menolong para peneliti dan orang-orang yang peduli tentang ilmu pengetahuan alam untuk membentuk pemikiran-pemikiran baru dalam bidang fisika.
• Filsafat fisika dapat menjadi asas yang terbaik untuk penilaian terhadap perkembangan fisika dalam arti yang menyeluruh.
• Filsafat fisika akan menolong dalam memberikan pendalaman pikiran bagi faktor-faktor penentu dalam perkembangan fisika.
Tanpa Lelah 51
Tanpa Lelah
Orang kata guruku itu penat. . .
Gaji yang tak seberapa kerjanya berlambak
Aku kata guru itu rehat
Mengajarnya tidak seberapa tetapi penuh berkat. . .
Kerjanya sekerat-sekerat pahala yang penuh sendat. . .
Ilmunya yang dicurahkan pun tidak dapat disekat. . .
Makinnya dicurahkan makinlah mendekat
Orang kata guruku itu sungguhlah bosan. . .
Disetiap tahunnya mukanya disama setiap bulan. . .
Akui kata guruku itulah singguhlah riang. . .
Sekalipun dia berkata murid pun ketawa girang. . .
Bilanya berjaya murid pun terus menjulang. . .
Jasa baktinya tidak pernah menghilang. . .
Cahaya Yang Menyinari 50
Cahaya Yang Menyinari
Engkaulah bagaikan cahayanya. . .
Yang menerangi jiwaku. . .
Dari segala gelap gelita duniaku. . .
Engkau adalah disetetes embunku. . .
Yang menyejukan hatiku. . .
Hatiku yang ditikam kebodohanku. . .
Sungguhlah mulialah tugasmu Gurumu. . .
Tugasmu yang sangatlah besar. . .
Guruku engkaulah. . . pahlawanku. . .
Yang tak mengharap balasanku
Sgala yang kau lakukan itu. . .
Engkaulah lakukan dengan ikhlasnya. . .
Guruku. . . jasamu tak akan kulupakan. . .
Guruku. . .inginlah kuucapkan. . .
Trimakasihku atas semua jasamu. . .
Guruku Senyumanku 49
Guruku Senyumanku
Guruku. . .
Tahukah engkaulah senyumku . . .
Membuat diriku tenang . . .
Amarah mu . . .
Membuatku merasa hangat. . .
Guruku. . .
Andai engkau tidak pergi secepat itu. . .
Kuingin menatapmu lebih lama lagi..
Tertawalah bersamaku dan belajarlah bersamaku..
Guru . . .
Trimakasihku atas smuanya yang tlah ..
Engkau berikan kepadaku. . .
Ilmumu. . . senyumanmu ,dan motivasimu. . . . .
Dan itupun semua telah kau berikan kepada diriku . . .
Trimakasih Guru. . .
Puisi Perpisahan 48
Puisi Perpisahan
Pernah kuingin benar benar padamu. . .
Kita tuk berpeluk ciumanmu tanpa jemu. . .
Berharapku hati darimu. . . Kulihati Anak-anakku
Tapi sayang itu yang dahulu. . . .
Pola hidupmu buatku getar getir
Kesetiaanku engkau sambarkan petir. . .
Anggaplah saja semuanya tlah menjadi pasir
Kepadamu ini puisiku yang Terakhir
Senyummu yang indah kini melemahku
Sayap kananku tlah patah. . .
Hatiku pun meluap penuh nanah. . .
Ter lulai. . . jatuh ditanah. . .
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa 47
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Ialah Guruku. . .
Yang mendidik aku. . .
Yang membekaliku ilmu. . .
Dengan tulusmu dan sabarmu. . .
Senyummu memberikanku semangatmu untuk kami. . .
Menyongsongku kemasa depanku yang lebih baik. . .
Setitik dari peluhmu. . .
Menandakan sbuah perjuanganmu yang sangat besar. . .
Untuknya dan murid-muridnya
Terima kasihku. . . Guru. . .
Perjuanganmu sangatlah ber arti bagiku. . .
Tanpamu aku tak akan tau tentang dunia ini. . .
Akan slalu kupanjatkan do'a untukmu
Trimakasih Guruku. . .
Pahlawanku Pendidikanku 46
Pahlawanku Pendidikanku
Jika duniaku yang dulu kosong
tak pernah kamu isi'i
Mungkin ini hanyalah ada warna hampa. . . gelap
Tidak bisa apa-apa. . . tidak bisa kemana-mana
Tapi kini duniaku penuh warna
Dengan adanya goresan garis-garisan juga katamu
Yang dulunya hanyalah jadi mimpi. . .
Kiniku mulailah terlihat bukan lagi hanya mimpi. . .
Itu karena engkau yang mengajarkannya. . .
Tentang mana warnanya yang indah. . .
Tentang garisnya yang harus dilukis. . .
Juga tentang kata katanya yang harus dibacai. . .
Terimakasihku guruku dari hatiku yang terdalam
Untuk semuanya pejuangmu pendidikanmu. . .
Dengan pendidikanmu lah aku bisa memperbaiki bangsa ini. . .
Dengan pendidikanmu lah nasibku bisa di ubah. . .
Apapun yang tidak mungkin engkau jadikan menjadi mungkin. . .
Hanyalah ucapan yang terakhir dari mulutku ini. . .
Dihari pendidikan yang nasional ini. . .
Gempitakanlah slalu jiwamu. . .
Wahai pejuang pendidikanku Indonesia. . .
Pancasila sebagai Ideologi Negara 45
Istilah ideologi merupakan gabungan dari dua kata, yaitu “idea” dan “logos” yang berasal dari bahasa Yunani. Idea berarti ide atau gagasan, dan logos berarti ilmu. Secara sederhana, ideologi dapat diartikan pengetahuan tentang ide-ide, keyakinan, atau gagasan. Adapun pengertian ideologi secara lebih luas adalah seperangkat prinsip yang dijadikan dasar untuk memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan dan mengembangkan kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam konsep ideologi terkandung hal-hal sebagai berikut:
berisi prinsip-prinsip hidup berbangsa dan bernegara;
menjadi dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara;
memberikan arah dan tujuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ideologi bagi suatu bangsa dan negara adalah wawasan, pandangan hidup, atau falsafah kebangsaan dan kenegaraannya. Oleh karena itu, di dalam perkembangannya setiap bangsa memerlukan ideologi untuk dapat berdiri dengan kokoh dan mengetahui dengan jelas arah dan tujuan yang ingin dicapai. Dengan ideologi inilah suatu bangsa akan memandang segala macam persoalan yang akan dihadapinya dan sekaligus meme cahkannya secara tepat. Tanpa ideologi suatu bangsa tidak dapat menentukan arah dalam menghadapi segala macam persoalan besar yang timbul, baik persoalan yang berkaitan dengan kehidupan kemasyarakatan, maupun persoalan besar umat manusia sehubungan dengan adanya pergaulan internasional.
Dengan ideologi, suatu bangsa akan memiliki pegangan dan pedoman bagaimana mengenal dan memecahkan masalah-masalah dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan yang timbul dalam kehidupan masyarakat yang semakin maju. Dengan berpedoman pada ideologi, suatu bangsa memiliki pola dalam menyelenggarakan program pembangunan.
Dalam suatu ideologi, terkandung konsepsi dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan, dasar pikiran yang terdalam, serta gagasan mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Pada dasar-nya, ideologi suatu bangsa adalah pelaksanaan dari nilai-nilai yang dimiliki dan diyakini kebenarannya sehingga menimbulkan tekad untuk mewujudkannya.
Ideologi suatu bangsa pada umumnya bersumber pada budaya dan pengalaman sejarah masyarakat yang menciptakan ideologi tersebut. Ideologi bangsa dinyatakan oleh para pendiri bangsa (founding father) suatu negara dan harus diwariskan kepada generasi penerus secara terus-menerus sehingga menjadi sikap hidup bagi masyarakat pendukungnya. Salah satu bentuk ideologi yang dianut oleh suatu bangsa di antaranya adalah ideologi sosialisme. Menurut ideologi ini untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera maka hak milik pribadi dan negara menjadi milik bersama. Selain ideologi sosialisme, ada juga ideologi liberalisme. Ideologi liberalisme menyatakan bahwa untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat, maka setiap individu bebas memiliki apapun. Hak milik pribadinya bukan untuk kepentingan bersama, tetapi untuk kepentingan pribadi.
Pemahaman secara benar konsep ideologi tersebut diharapkan dapat mendorong seseorang untuk mengkaji secara utuh makna ideologi terbuka. Dalam berbagai kepustakaan ditemukan berbagai rumusan tentang apakah ideologi itu sebenarnya, apa fungsi perannya, serta bagaimana kedudukannya dalam mempertahankan keberadaan sebuah bangsa. Rumusan tentang konsep ideologi tersebut sudah tentu sangat beraneka ragam atau bervariasi, baik secara susunan maupun materi muatan dalam pengertian/rumusan tersebut. Tentu saja hal ini tidak perlu dipermasalahkan karena sekalipun pengertian ideologi tersebut bervariasi, namun jika dicermati secara mendalam sesungguh nya terkandung inti-inti kesamaan.
Selain itu, pandangan tentang makna ideologi merupakan suatu pandangan tentang sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam. Dalam hal ini ideologi mengatur tentang bagaimana sebaiknya sistem secara moral dianggap benar dan adil sehingga dapat mengatur tingkah laku dalam berbagai segi kehidupan.
Untuk melengkapi pengertian ideologi, selanjutnya dikemukakan pandangan-pandangan yang lainnya. Moerdiono, yang meninjau ideologi secara harfiah sebagai “a system of ideas,” artinya suatu rangkaian ide yang terpadu menjadi satu. Dalam bidang politik, ideologi diartikan secara khas, yakni seperangkat nilai yang terpadu, berkenaan dengan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Artinya, gagasan-gagasan politik yang timbul dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara ditata secara sistematis menjadi satu kesatuan yang utuh.
Pengertian tersebut tidak jauh berbeda dari pengertian ideologi yang dikemukakan Soerjanto Poespowardojo, yaitu sebagai kompleks pengetahuan dan nilai.
Berdasarkan rumusan-rumusan pengertian ideologi sebagaimana diuraikan tersebut, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.
Ideologi mengandung gagasan, keyakinan, atau nilai-nilai men-dasar dan mendalam.
Gagasan, keyakinan, dan nilai-nilai tersebut tersusun secara siste matis sehingga membentuk suatu kebulatan secara menyeluruh.
Ideologi ini akan mendasari kehidupan bersama bagi suatu kelompok, golongan masyarakat, atau bangsa.
Nilai, gagasan, sikap dalam ideologi itu bersifat khas.
Jika tidak diwaspadai dapat mengarah menjadi beku, kaku, tak berubah, dan tak berkembang.
Setelah mengetahui pengertian ideologi, pertanyaan selanjutnya adalah apakah fungsi pokok ideologi tersebut bagi kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara?
Pada intinya, suatu ideologi mendasari kehidupan suatu kelom pok masyarakat, bangsa, maupun suatu bangsa. Jadi, dengan ideologilah kehidupan suatu kelompok, masyarakat, bangsa dan negara terarah, terkendali sehingga mampu mewujudkan apa yang hendak dicapai bersama dalam kehidupan bersama tersebut.
Struktur kognitif, yakni keseluruhan pengetahuan yang dapat merupakan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian dalam alam sekitarnya.
Orientasi dasar, dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia.
Norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan begi sese orang untuk melangkah dan bertindak.
Bekal dan jalan bagi seseorang untuk menentukan identitasnya.
Kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.
Pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami, mengha yati, serta mempolakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan norma-norma yang terkandung di dalamnya.
Dengan mendalami uraian tersebut, seseorang sudah memper-oleh pemahaman tentang apakah ideologi itu serta apa dan bagaimana fungsi pokoknya dalam kehidupan masyarakat.
Ideologi negara Indonesia adalah Pancasila. Pancasila sebagai suatu ideologi bangsa dan negara Indonesia pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang seperti ideologi-ideologi lain di dunia. Pancasila diambil dari nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia, nilai-nilai kebudayaan, serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara.
Unsur-unsur Pancasila tersebut kemudian diangkat dan dirumuskan oleh para pendiri negara sehingga Pancasila berkedudukan sebagai ideologi bangsa dan negara. Dengan demikian, Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa dan bukannya mengangkat atau mengambil ideologi dari negara lain. Selain itu, Pancasila bukan merupakan ide-ide atau perenungan dari seseorang saja, yang hanya memperjuangkan suatu kelompok atau golongan tertentu, melainkan Pancasila berasal dari nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa. Dengan demikian, Pancasila pada hakikatnya berlaku untuk seluruh lapisan serta unsur-unsur bangsa secara keseluruhan. Oleh karena itu, ciri khas Pancasila memiliki kesesuaian dengan bangsa Indonesia.
Sebagai suatu ideologi bangsa dan negara maka Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana ideologi-ideologi lain di dunia, namun Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara. Dengan kata lain, unsur-unsur yang merupakan materi Pancasila di-angkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia sendiri. Sebagai contoh kebiasaan bergotong-royong dan bermusyawarah adalah nilai-nilai luhur budaya bangsa yang terdapat dalam Pancasila. Pancasila sebagai ideologi berarti Pancasila dijadikan sebagai pandangan hidup bagi bangsa Indonesia
