Sebagaimana dijelaskan terdahulu bahwa falsafah berasal dari bahasa Yunani yang tersusun dari dua kata yakni Philos dalam arti cinta,suka, dan Sophia dalam arti kebijaksanaan.[3] Poedjawijatna menyatakan bahwa kata filsafat berasal dari kata arab yang berhubungan rapat dengan kata Yunani. Kata Yunani nya adalah Philosophia, philo (cinta) dan Sophia (kebenaran).[4] Jadi filsafat itu menurut Plato, pengetahuan tentang segala yang ada. Aritoteles, mengatakan filsafat itu adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda.
Dengan demikian Filsafat Agama mempunyai arti berfikir tentang dasar agama menurut logika dan bebas.[5]
Jadi filsafat agama adalah suatu penyelidikan yang bersifat kritis tentang agama berdasarkan makna istilah-istilah, bahan bukti, dan prinsip-prinsip verifikasi. Filsafat agama dapat diperluas atau dibatasi tergantung pada perhatian seorang filosof, dan satu-satunya batasan universal yang berlaku adalah sebagai berikut:
a. Mengemukakan setidak-tidaknya salah satu dari persoalan yang menyangkut tentang persoalan keagamaan.
b. Perlu dimulai dan tetap terikat dengan klaim-klaim dari manusia (positif dan negatif) yang berkenaan dengan pengalaman tentang apa yang suci, sakral, illahi, berkekuasaan, dan bernilai puncak, dan hakekat dari wujud yang mungkin dianggap memiliki sifat-sifat tersebut.[6]
Dalam filsafat agama, agama merupakan objek dari filsafat. Objek filsafat agama tersebut tidak hanya persoalan-persoalan ketuhanan semata, tetapi juga sampai kepada persoalan-persoalan eskatologis. Persoalan eskatologis pada umumnya berbicara tentang hari kiamat dan hal-hal yang akan dialami manusia pada waktu itu, seperti persoalan keadilan Tuhan, penerimaan pahala dan siksa. Pentingnya persoalan eskatologis sebagai objek pembahasan filsafat agama karena eskatologislah yang mendorong orang bersemangat orang untuk menjalankan ajaran agamanya. Tanpa ada tanggung jawab terhadap amal perbuatannya keberadaan agama menjadi kurang menarik. Hidup sesudah mati inilah yang membuat pemeluknya menjadi tertarik kepada agama. Filsafat agama sebenarnya bukanlah langkah untuk menyelesaikan persoalan agama secara tuntas. Pembahasan filsafat agama hanya bertujuan untuk mengungkapkan argumen-argumen yang mereka kemukakan dan memberikan penilaian terhadap argumen tersebut dari segi logisnya
Senin, 26 Desember 2016
Definisi filsafat Agama 81
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar