adelia
Kamis, 29 Desember 2016
(INDEX) Daftar Tugas Mata Kuliah Filsafat Pendidikan
2.definisi teologi
3.filsafat agama
4.definisi perbandingan agama
5.hubungan filsafat dengan kebudayaan
6.hubungan filsafat dengan pendidikan
7.hubungan filsafat dengan agama
8. pengertian agama
9.aku ingin
10.syurga untuk wanita soleha
11.makan tamar
12. alasan agama islam mudah diterima masyarakat
13.saluran penyebaran agama islam di indonesia
14.sejarah penyebaran agama islam di indonesia
15.kepercayaan 69
16.masa kekhalifahan
17.khalifah rasyidin
18.masa awal kedatangan islam
20.quantum 64
21. runtuhnya fisika klasik
22.hubungan kesadaran ajaran primitif
23.kesamaan teori fisika moderen dan filsafat hindu
24.implikasi pada pembelajaran fisika
25.aliran filsafat yang mempengaruhi
26.sejarah konsep fisika ditemukan
27.implikasi dalam pembelajaran fisika
28.tiga kajian filsafat
29.aliran filsafat
30.sejarah konsep fisika
31.filsafat dan fisika
32.tanpa lelah
33.cahaya yang menyinari
34.guruku senyumanku
35.puisi perpisahan
36.pahlawan tanpa tanda jasa
37.pahlawanku pendidikanku
38.pancasila sebagai ideologi negara
39.pancasila sebagai dasar negara
40.pancasila sebagai landasan filosofi
41.filsafat ilmu
42.sifal-sifat ilmu pengetahuan
43.pancasila sebagai suatu sistem
44.filsafat pancasila
45.nilai-nilai pancasila
46.manfaat jilbab dalam islam
47.keajaiban al-quran dalam ilmu pengetahuan
48.pengertian dan kedudukan ilmu
49.tere liye
50.sejarah singkat bangsa indonesia
51.era orde baru
52.periode kerajaan portugis
53.kerajaan islam indonesia
54.prasejara indonesia
55.tangisan air mata bunda
56.terimakasih ibu
57.jasa tak terlupakan
58.klasifikasi
59.munculnya filsafat
60.filsafat
61.sejarah singkat filsafat
62.ilmu sebagai asas moral
63.struktur pengetahuan ilmiah
64.ilmu dan filsafat
65.manusia sebab-akibat
66.problem esensial filsafat dan pendidikan
67.munculnya filsafat
68.sikap manusia terhadap filsafat
69.dasar dan tujuan
70.peran dan fungsi
71.metode filsafat
72.faedah mempelajari filsafat
73.syeh abdulkodir zaelani
74.imam gozali
75.aristoteles
76.sejarah perkembangan filsafat
77.pengertian filsafat
78.sertifikat seminar pendidikan
Senin, 26 Desember 2016
PERBEDAAN PERBANDINGAN AGAMA DENGAN FILSAFAT AGAMA DAN THEOLOGI 83
A. Perbandingan Agama
a). Agama mempercayai akan adanya kebenaran dan khayalan dogma-dogma agama.
b). Perbandingan agama membahas perbandingan dari beberapa agama tetapi bukan untuk membenarkan atau menyalahkan.
c). Perbandingan Agama mendahulukan Agama sebagai kepercayan dari pada pemikiran.
d). Agama adalah kebenaran yang bersumber dari wahyu Tuhan mengenai berbagai hal kehidupan manusia dengan lingkungannya.
Ilmu Perbandingan Agama tidak hanya membanding-bandingkan agama saja, tetapi juga melakukan kajian historis, fenomenologis, atau secara umum melakukan kajian yang bersifat ilmiah atau scientific. Hal itu akan semakin jelas setelah dibahas mengenai metode-metode yang digunakan dalam Ilmu Perbandingan Agama.
Joachim Wach dari sudut pandang yang lain, berpendapat bahwa obyek Ilmu Perbandingan Agama adalah pengalaman agama. Menurut Joachim Wach pengalaman agama berbeda dengan pengalaman psikis biasa. Pengalaman agama mempunyai beberapa kriteria tertentu.
Kriteria pertama, pengalaman agama merupakan suatu tanggapan terhadap apa yang dihayati sebagai Realitas Mutlak. Kedua, pengalaman agama merupakan tanggapan yang menyeluruh atau utuh (akal, perasaan, dan kehendak hati) manusia terhadap Realitas Mutlak. Ketiga, pengalaman agama merupakan pengalaman yang paling kuat, menyeluruh, mengesankan, dan mendalam dari manusia. Keempat, pengalaman agama merupakan pengalaman yang menggerakan untuk berbuat.
Pengalaman tersebut mengandung imperatif, menjadi sumber motivasi dan perbuatan yang tak tergoyahka. Pengalaman agama yang subyektif ini diekspresikan atau diungkaplan dalam tiga ekspresi, yaitu:
a. pengalaman agama yang diungkapkan dalam pikiran.
Pengalaman agama yang diungkapkan dalam pikiran terutama berupa mite, doktrin, dan dogma. Pengalaman agama ini dapat berbentuk symbol, oral, dan tulisan. Tulisan-tulisan bisa berupa kitab suci dan tulisan klasik Untuk keperluan memahami kitab suci diperlukan literature yang sifatnya menjelaskan, misalnya Talmud, Zend dalam Pahlevi, Hadis dalam Islam, Smrti di India, tulisan-tulisan Luther dan Calvin dalam Protestan. Agama-agama besar juga mempunyai credo, yaitu suatu ungkapan pendek tentang keyakinan, syahadat dua belas dalam Kristen, dua syahadat dalam Islam, dan shema dalam Yahudi. Adapun tema yang fundamental dalam pengalaman agama yang diungkapkan dalam pikiran adalah Tuhan, kosmos, dan manusia (Teologi, kosmologi, dan antropologi).
b. pengalaman agama yang diungkapkan dalam tindakan.
Selanjutnya pengalaman agama yang diungkapkan dalam tindakan berupa kultus (peribadatan) dan pelayanan. Peribadatan sebagai tanggapan terhadap Realitas Mutlak harus dilakukan di mana, kapan, bagaimana caranya, dan oleh siapa? Apakah ibadah itu harus dilakukan sendiri-sendiri atau secara berjamaah? Termasuk dalam uangkapan perbuatan ini adalah kurban dengan segala seluk-beluknya. Termasuk dalam pembahasan ini adalah maslah imitation, yaitu mencontoh tingkah laku dan kehidupan seorang pemimpin agama. Termasuk dalam pembahasan ini adalah keinginan supaya orang lain juga beragama seperti dia, yaitu masalah missionary atau dakwah.
c. pengalaman agama yang diungkapkan dalam kelompok.
Akhirnya pengalaman agama yang diungkapkan dalam kelompok berupa kelompok-kelompok keagamaan (Ecclesia atau Gereja, Kahal, Ummah, Sangha). Di sini dibahas juga masalah hubungan antara orang yang beragama dengan masyarakat umumnya, bahasa yang dipergunakan dalam pergaulan mereka baik antar-agama maupun intra-agama sendiri, fungsi, kharisma, umur, seks, keturunan, dan status.
Ketiga ekpresi pengalaman agama di atas (pikiran, tindakan, dan kelompok) yang menjadi obyek Ilmu Perbandingan Agama meliputi semua agama yang ada dan aliran-alirannya.
B. FilsafatAgama
a). Filsafat agama bermaksud menyatakan kebenaran atau ketidak benaran dasar-dasar agama.
b). Filsafat agama tidak membahas dasar-dasar ajaran dari agama tertentu, tetapi dasar-dasar agama pada umumnya.
c). Filsafat mempercayakan sepenuhnya kekuatan daya pemikiran.
d). Filsafat agama tidak terikat pada dasar-dasar agama tertentu.
e). Filsafat Agama meletakkan Tuhan sebagai titik akhir atau kesimpulan seluruh pengkajian.
Filsafat Agama, dalam hal ini yang dipentingkan adalah berfikir tentang dasar-dasar agama, mencoba memahami dasar-dasar itu menurut logika dan dengan demikian dapat diterima akal orang-orang yang tak percaya pada wahyu dan hanya berpegang pada pendapat akal.[12]
C. Theologi
a). Teologi sudah menerima dasar ajaran agama sebagai kebenaran.
b). Teologi membahas dasar-dasar ajaran agama tertentu. Misalnya teologi kristen, teologi muslim dsb.
c). Teologi berkaitan dengan Tuhan dan kebenaran yang di terima berdasarkan wahyu Allah.
d). Teologi hanyalah sebatas upaya memberikan penjelasan atau interpretasi tentang dasar-dasar agama, atau upaya mencari legalitas rasional atas ajaran agama tertentu.[13]
Pendekatan teologi sebagai berikut :
a).Teologi yang memandang Tuhan sebagai titik awal pembahasannya.
b).Teologi mencoba menjelaskan Tuhan dengan seluruh misterinya berdasarkan wahyu.
c).Teologi mendasari premisnya langsung dari wahyu, contoh “semua hukum/sanksi ditetapkan oleh Tuhan”[14]
Definisi teologi 82
Teologi terdiri dari kata “theos” yang berarti Tuhan dan “logos” yang berarti ilmu, jadi theologi ialah ilmu tentang Tuhan atau ilmu Ketuhanan. Maka pokok pembahasan teologi adalah segala sesuatu yang terkait dengan-Nya.[7]
Dalam buku karya juhaja, teologi terdiri dari dua kata “theos” dan “ology”. “theos” dalam bahasa Yunani berarti Tuhan, yang berkenaan dengan ketuhanan. Sedangkan “ology” di petik dari bahasa Yunani “logos” yang berarti percakapan, penilaian, pengkajian, penelitian yang dapat di pahami melalui pembicaraan dan pemikiran manusia.[8]
Selain itu teologi juga di artikan sebagai keseluruhan pengetahuan adi kodrati yang objektif lagi kritis dan yang disusun secara metodis, sistemis dan koheren; pengetahuan ini menyangkut hal-hal yang diimani sebagai wahyu Allah atau berkaitan dengan wahyu itu.[9]
Jadi teologi menurut pemakalah adalah suatu cabang ilmu pengetahuan di mana di dalamnya berkaitan dengan tuhan, dan kebenaran di dapatkan berdasarkan wahyu dari Allah (di sesuiakan dengan agama masing-masing).
Teologi juga diistilahkan dengan ilmu kalam dan ilmu Ushuluddin. Disebut ilmu kalam karena ia membahas tentang kalam Tuhan. Kalam Tuhan adalah firman Tuhan, maka kalam Tuhan itu adalah Al-Qur’an.
Disebut ilmu Ushuluddin karena ia membahas ajaran-ajaran dasar agama seperti masalah keimanan dan keesaan Tuhan. Dari segi istilah, teologi berarti ilmu yang membahas tentang Tuhan dan manusia serta hubungan manusia dengan Tuhan.[10]
Adapun ciri-ciri teologi itu sendiri adalah:
a). Selalu berkaitan denga tuhan
b). Doktrin tetap menjadi elemen signifikan dalam memaknai teologi.
c). Teologi sesungguhnya adalah aktifitas yang muncul dari keimanan dan penafsiran atas keimanan.[11]
Definisi filsafat Agama 81
Sebagaimana dijelaskan terdahulu bahwa falsafah berasal dari bahasa Yunani yang tersusun dari dua kata yakni Philos dalam arti cinta,suka, dan Sophia dalam arti kebijaksanaan.[3] Poedjawijatna menyatakan bahwa kata filsafat berasal dari kata arab yang berhubungan rapat dengan kata Yunani. Kata Yunani nya adalah Philosophia, philo (cinta) dan Sophia (kebenaran).[4] Jadi filsafat itu menurut Plato, pengetahuan tentang segala yang ada. Aritoteles, mengatakan filsafat itu adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda.
Dengan demikian Filsafat Agama mempunyai arti berfikir tentang dasar agama menurut logika dan bebas.[5]
Jadi filsafat agama adalah suatu penyelidikan yang bersifat kritis tentang agama berdasarkan makna istilah-istilah, bahan bukti, dan prinsip-prinsip verifikasi. Filsafat agama dapat diperluas atau dibatasi tergantung pada perhatian seorang filosof, dan satu-satunya batasan universal yang berlaku adalah sebagai berikut:
a. Mengemukakan setidak-tidaknya salah satu dari persoalan yang menyangkut tentang persoalan keagamaan.
b. Perlu dimulai dan tetap terikat dengan klaim-klaim dari manusia (positif dan negatif) yang berkenaan dengan pengalaman tentang apa yang suci, sakral, illahi, berkekuasaan, dan bernilai puncak, dan hakekat dari wujud yang mungkin dianggap memiliki sifat-sifat tersebut.[6]
Dalam filsafat agama, agama merupakan objek dari filsafat. Objek filsafat agama tersebut tidak hanya persoalan-persoalan ketuhanan semata, tetapi juga sampai kepada persoalan-persoalan eskatologis. Persoalan eskatologis pada umumnya berbicara tentang hari kiamat dan hal-hal yang akan dialami manusia pada waktu itu, seperti persoalan keadilan Tuhan, penerimaan pahala dan siksa. Pentingnya persoalan eskatologis sebagai objek pembahasan filsafat agama karena eskatologislah yang mendorong orang bersemangat orang untuk menjalankan ajaran agamanya. Tanpa ada tanggung jawab terhadap amal perbuatannya keberadaan agama menjadi kurang menarik. Hidup sesudah mati inilah yang membuat pemeluknya menjadi tertarik kepada agama. Filsafat agama sebenarnya bukanlah langkah untuk menyelesaikan persoalan agama secara tuntas. Pembahasan filsafat agama hanya bertujuan untuk mengungkapkan argumen-argumen yang mereka kemukakan dan memberikan penilaian terhadap argumen tersebut dari segi logisnya
Definisi perbandingan Agama 80
Ada beberapa pendapat mengenai makna dari perbandingan agama, Menurut Louis H. Jordan perbandingan agama berarti ilmu yang membandingkan asal-usul, struktur dan ciri-ciri dari berbagai agama di dunia, dengan maksud untuk menentukan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaannya yang sebenarnya, sejauh mana hubungan antara satu agama dengan agama yang lain, dan superioritas dan inferioritas yang relatif apabila di anggap sebagai tipe-tipe.[1]
Sedangkan menurut Mukti Ali ilmu perbandingan agama adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berusaha untuk memahami gejala-gejala keagamaan dari suatu kepercayaan (agama) dalam hubungannya dengan agama lain.[2]
Ilmu Perbandingan Agama adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berusaha untuk memahami gejala-gejala keagamaan dari suatu kepercayaan (agama) dalam hubungannya dengan agama lain. Pemahaman ini mencakup persamaan (kesejajaran) dan perbedaannya. Selanjutnya dengan pembahasan tersebut, struktur yang asasi dari pengalaman keagamaan manusia dan pentingnya bagi hidup dan kehidupan manusia dapat dipelajari dan dinilai
Jadi makna dari perbandingan agama menurut pemakalah adalah suatu ilmu untuk mempelajari gejala-gejala keagamaan, antara satu agama dengan agama lain, akan tetapi bukan untuk mencari mana yang paling benar.
Hubungan filsafat dengan kebudayaan 79
Perlu disafdar ibahw amnausi sebaga ipribadi, masyarakat, angsa dan negara hidup dalam suatu sosial budaya. Maka membutuhkan pewarisan dan pengambangan sosial budaya yang dilakkan melalui pendidikan. Agar pendidikan berjalan dengan baik. Maka membutuhkan filosofis dan ilmiah berbagai sifat normatif dan pedoman pelaksanaannya. Karena pendidikan harus secara fungsamental yang berazas filosofis yang menjamin tujuan untuk meningkatkan perkembangan sosial budaya, marbtabat bangsawa, kewibawaan dan kejayaan negara.
Pentingnya kebudayaan untuk mengembangkan suatu pendidikan dalam budaya nasional mengupayakan, melestarikan dan mengembangkan nilai budaya-budaya dan pranata sosial dalam menunjang proses pengembangan danpembangunan nasional serta melestarikan nilai-nilai luruh budaya bangsa. Merencanakan kegairahan masyarakat untuk menumbuhkan kreaktivtas ke arah pembaharuan dalam usaha pendidikan yang tanpa kepribadian bangsa.
Pengertian kebudayaan dair beberapa ahli :
1. Taylor, budaya adalah suatu keseluruhan komplek yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadan dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat
2. Linton, kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang dipelajri dan hasil tingkah laku yang dipelajari, dimana unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya.
3. Kotjaraningrat, mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik dari manusia dengan belajar
4. Herkovits, kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hiup yang dicptakan oleh manusia
Kebudayaan mempunyai fungsi yang besari bagi mnausia dan masyarkat, berbagai macam kekuatan harus dihapi sepert kekuatan alam dan kekuatan lain. Selain itu manusia dan masyarakat memerlukan kepuasan baik secara spritual maupun materil. Manusia merupakan makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia danpat mengembangkan kebudyaan. Begitu pula manusia hidup dan tergantung apa kebudayaan sebagai hasil ciptaanya. Kebudayaan memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan dengan teknologi hasil ciptaannya. Dan kebudayaan juga diharakan dengan pendidikan yang akan mengembangkan dan membangkitkan budaya-budaya dulu, agar dia tidak punah dan terjaga untuk selamanya. Oleh karena itu, dengan adanya filsfat, kita dapat mengetahui tentang hasil karya manusia yang akan menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadal alam lingkungannya. Sehingga kebudayaan memiliki peran :
1. suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya
2. wadah untuk menyalurkan perasan dan kemampuan lain
3. sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4. pembeda manusia dengan binatan
5. petunjuk-petunjuk tentang bagaimana harus bertindak dan berperilaku dalam pergaulan
6. pengaturan agar manusia dapat mengerti bagaimnaa seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikapnya jikga berhubungan dengan orang lain
7. sebagai modal dasar pembangunan
Kebudayaan masyarkat tersebut sebagian besar dipenuhi oleh kebudayan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. Hasil karya masyarakat melahirkan teknologi atau kebudayan kebendaan yang mempunyai kegunaan utama dlaam melindungi masyarakt terhadap lingkungan di dalamnya.
