Apabila kita berbicara tentang filsafat, ada dua hal yang patut diperhatikan, yaitu filsafat sebagai metode dan filsafat sebagai pandangan hidup. Filsafat sebagai metode menunjukkan cara berpikir dan mengadakan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan untuk dapat menjabarkan ideologi Pancasila. Filsafat sebagai suatu pandangan menunjukkan nilai dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideologi Pancasila.
Filsafat pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pokok-pokok pengertian Pancasila secara mendasar dan menyeluruh.
Sedangkan ideologi Pancasila adalah keseluruhan prinsip normatif yang berlaku bagi negara Republik Indonesia dan bangsa Indonesia. hal ini berbeda dengan filsafat Pancasila, yang mengungkapkan konsep-konsep kebenaran yang bukan saja ditujukan pada bangsa Indonesia, melainkan bagi manusia pada umumnya.
Aspek Ontologi
Menurut Runes, ontologi ialah teori tentang adanya keberadaan, atau eksistensi. Menurut Aristoteles, sebagai filsafat pertama, ontologi adalah ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu, yang disamakan artinya dengan metafisika.
Bidang ontologi ini meliputi penyelidikan tentang makna keberadaan (ada, eksistensi) manusia, benda, dan alam semesta (kosmologi). Artinya ontologi menjangkau adanya Tuhan dan alam gaib, seperti ruhani dan kehidupan sesudah kematian (alam dibalik dunia, alam metafisika).
Aspek Epistemologi
Epistemologi, menurut Runes, adalah bidang atau cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan.
Epistemologi meneliti sumber pengetahuan, proses dan syarat terjadinya pengetahuan, serta batas dan validitas ilmu pengetahuan. Jadi, epistemologi dapat disebut ilmu tentang ilmu, atau teori jadinya ilmu, atau science of science, atau Wissenschafslehre. Adapun yang termasuk cabang epistemologi adalah matematika, logika, gramatika, dan sematik.
Aspek Aksiologi
Aksiologi, menurut Runes, berasal dari bahasa Yunani, yakni axios, yang berarti nilai, manfaat, pikiran, atau ilmu teori. Aksiologi merupakan bidang yang menyelidiki hakikat nilai, kriteria, dan kedudukan metafisika sebagai suatu nilai.
Menurut Brameld, aksiologi dapat disimpulkan sebagai suatu cabang filsafat yang menyelidiki beberapa hal berikut :
Tingkah laku moral, yang berwujud etika.
Ekspresi etika, yang berwujud estetika atau seni dan keindahan.
Sosio-politik, yang berwujud ideologi.
Aksiologi merupakan cabang filsafat yang menyelidiki makna nilai, sumber nilai, jenis dan tingkatan nilai, serta hakikat nilai. nilai merupakan fungsi ruhani jasmani manusia, artinya nilai ada di dalam kepribadian manusia.
Dengan demikian, aksiologi merupakan bidang yang menyelidiki makna, sumber, jenis, tingkatan, dan hakikat nilai, termasuk estetika, etika, ketuhanan, dan agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar